AJI Tanjungpinang Gelar Diskusi "Ngopi" Bareng Calon Walikota: Bahas Kebebasan Pers di Pilkada 2024

AJI Tanjungpinang Gelar Diskusi "Ngopi" Bareng Calon Walikota: Bahas Kebebasan Pers di Pilkada 2024

Kegiatan diskusi santai bertajuk "Ngobrol Pasti" atau "Ngopi" bersama calon Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang

Nurjali

Tanjungpinang, Batamnews – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Tanjungpinang menggelar kegiatan diskusi santai bertajuk "Ngobrol Pasti" atau "Ngopi" bersama calon Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang yang akan bertarung di Pilkada 2024. 

Acara ini berlangsung pada Sabtu, 28 September 2024 di Kedai Kopi Oerang Roemah, Jl. W.R. Supratman, Tanjungpinang.

Dua pasangan calon yang hadir dalam kegiatan ini adalah Rizha Hafiz, calon Wakil Walikota nomor urut 1, dan Lis Darmansyah, calon Walikota Tanjungpinang nomor urut 2. 

Turut hadir dalam acara tersebut Zamzami sebagai Ahli Pers dari Dewan Pers, Ketua KPU Tanjungpinang M. Faizal, Ketua Bawaslu M. Yusuf, serta perwakilan organisasi wartawan dan perusahaan media.

Baca juga: Empat Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Berebut 35.145 Suara di Kepulauan Anambas

Ketua AJI Tanjungpinang, Sutana, dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini mengusung tema "Menakar Kebebasan Pers" untuk menggali komitmen para calon terkait kebebasan pers. 

"Ini adalah wadah untuk mengetahui bagaimana komitmen para calon terhadap kebebasan pers, karena jurnalis bekerja dilindungi oleh UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers," ujar Sutana.

Selain sebagai ruang diskusi, kegiatan ini juga bertujuan mempererat hubungan antara jurnalis dengan para calon. 

"Menjaga kebebasan pers merupakan keharusan, karena jurnalis adalah pengawas jalannya roda pemerintahan," tambahnya.

Dalam dialog tersebut, Rizha Hafiz dari Paslon 1 (Rahma-Rizha) menekankan pentingnya kebebasan pers sebagai kontrol sosial. Ia berkomitmen untuk mendukung kebebasan pers jika terpilih. 

"Kami siap dikritik, dan semua kegiatan akan kami publikasikan. Kami tidak alergi terhadap kritik, karena pers adalah fungsi kontrol sosial," tegas Rizha.

Ia juga merespons keluhan jurnalis tentang sulitnya akses informasi dari pemerintahan sebelumnya, yang akan menjadi fokus perbaikan mereka jika terpilih. "Kami akan memperbaiki hal tersebut dan siap menerima masukan," ujarnya.

Sementara itu, Lis Darmansyah dari Paslon 2 menyampaikan bahwa keterbukaan informasi adalah hal krusial bagi pemerintahan yang transparan. Lis berjanji akan terus berkomunikasi dengan jurnalis, baik jika terpilih maupun tidak. 

"Kritikan sangat membantu pemerintah, dan kami akan selalu terbuka mengenai informasi terkait keuangan negara," ucapnya.

Baca juga: Pertarungan Tim Pemenangan Pilgub Kepri 2024: Profil Ade Angga vs Irjen (Purn) Darmawan, Siapa Unggul?

Lis juga berencana membuat Peraturan Walikota (Perwako) tentang keterbukaan informasi publik, yang akan memudahkan jurnalis mengakses informasi di Organisasi Perangkat Daerah (OPD). 

"Kami berkomitmen menegakkan kebebasan pers dan memastikan transparansi pemerintahan," tambahnya.

Zamzami, Ahli Pers dari Dewan Pers, menekankan pentingnya jurnalis menjaga integritas dalam mengawasi jalannya pemerintahan. Ia mengingatkan agar wartawan tidak terpecah menjadi kelompok pro dan kontra pemerintah, yang dapat menurunkan indeks kebebasan pers di Kepri. 
"Kebebasan pers beriringan dengan demokrasi, dan transparansi pemerintah harus tetap dijaga," pungkasnya.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :