Wanita di Batam Jadi Korban Perampokan Bersenjata Tajam Setelah Berkenalan Melalui Aplikasi "Kopi Darat"
Tim Inafis Polresta Barelang dan Polda Kepri melakukan rangkaian penyelidikan terhadap mobil korban di tempat kejadian perkara, Selasa (24/09/2024) sore. (Foto. Batamnews.co.id).
Batam, Batamnews - Seorang wanita berinisial AY (44) menjadi korban perampokan bersenjata tajam di Kota Batam pada Selasa, 24 September 2024 sekitar pukul 14.00 WIB.
Pelaku tidak segan-segan melukai korban dengan menyayat lehernya, kemudian melarikan diri ke dalam hutan dekat lokasi kejadian, yang berada di pinggir jalan sebelum Sei Ladi.
Menurut informasi yang diperoleh, peristiwa ini bermula ketika korban berkenalan dengan pelaku melalui aplikasi "Kopi Darat" dan sepakat untuk bertemu.
Pelaku meminta korban menjemputnya di Halte Simpang Basecamp. Tanpa curiga, korban yang mengendarai mobil Daihatsu Rocky berwarna merah dengan nomor polisi BP 1502 CR, menjemput pelaku di lokasi yang dimaksud.
Baca juga: Wanita Ditemukan Histeris dengan Luka Sayatan Leher di Batam, Pelaku Diduga Kabur ke Hutan
Setelah pelaku masuk ke mobil korban, mereka melanjutkan perjalanan. Karena tidak mengetahui arah, korban meminta pelaku untuk mengarahkan jalan. Pelaku kemudian mengarahkan mobil menuju Jembatan Sei Ladi.
Ketika melihat kesempatan, pelaku mengeluarkan senjata tajam jenis badik dan langsung menyayat leher korban hingga bersimbah darah.
Dalam kondisi terluka parah, korban berusaha keluar dari mobil dan berteriak meminta pertolongan.
"Dia teriak-teriak minta tolong di tengah jalan. 'Bang, tolong saya dirampok,'" ujar seorang saksi mata di lokasi kejadian.
Tidak lama kemudian, sebuah mobil pickup melintas dan berhenti. Sopir mobil tersebut langsung mengangkut korban ke bagian bak mobil dan membawanya ke Rumah Sakit Awal Bros untuk mendapatkan pertolongan medis.
Kapolresta Barelang, Kombespol Heribertus Ompusunggu, membenarkan kejadian ini. Ia menjelaskan bahwa korban berkenalan dengan pelaku melalui aplikasi "Kopi Darat" dan setelah bertemu, mereka melakukan perjalanan bersama.
Namun, di tengah jalan, terjadi pertengkaran antara korban dan pelaku yang berujung pada tindakan kekerasan.
Baca juga: Marlin Agustina Akan Gantikan Ansar Ahmad Menjabat Plt Gubernur Kepulauan Riau Mulai Besok
"Pelaku menyayat leher korban ketika korban meminta untuk menghentikan mobil. Beruntung, barang-barang milik korban masih lengkap di dalam mobil dan tidak ada yang diambil oleh pelaku," ujar Kapolresta Barelang.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku. Tim Inafis Polresta Barelang dan Polda Kepri telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), termasuk pemeriksaan mobil korban dan pengambilan sidik jari yang ditemukan di beberapa bagian kendaraan.
"Kami sudah menemukan beberapa sidik jari di mobil korban, namun belum terlihat jelas, sehingga penyelidikan masih terus berlanjut," kata salah satu petugas Inafis.
Komentar Via Facebook :