Kepri Catat Deflasi 0,04% di Tengah Tantangan Kenaikan Tarif Listrik pada Agustus 2024

Kepri Catat Deflasi 0,04% di Tengah Tantangan Kenaikan Tarif Listrik pada Agustus 2024

Ilustrasi

Rhuuzi Wiranata

Tanjungpinang, Batamnews – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) berhasil menjaga stabilitas harga meskipun dihadapkan pada kenaikan tarif listrik. Data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada Agustus 2024, Kepri mencatatkan deflasi sebesar 0,04% dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm).

"Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi antara Bank Indonesia dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di seluruh Kepri," ungkap Suryono, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu, 7 September 2024.

Secara spasial, Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Karimun juga turut mengalami deflasi masing-masing sebesar 0,06% dan 0,48% (mtm). Namun, berbeda dengan daerah lainnya, Kota Batam justru mencatat inflasi ringan sebesar 0,02% (mtm), yang sebagian besar dipicu oleh kenaikan tarif listrik PLN yang berlaku sejak 1 Juli 2024.

Baca juga: Harga Minuman Berpemanis Bisa Naik 30% Akibat Pengenaan Cukai, Ini Dampak dan Tanggapan GAPMMI

Kelompok Makanan dan Transportasi Penopang Deflasi

Meskipun terjadi kenaikan tarif listrik, Kepri berhasil menahan dampaknya melalui deflasi pada kelompok lain, khususnya pada sektor makanan. Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau menjadi penyumbang deflasi terbesar dengan andil sebesar -0,27% (mtm). Kelompok Transportasi juga turut menyumbang deflasi dengan andil -0,02% (mtm).

"Deflasi pada kelompok makanan didorong oleh meningkatnya pasokan komoditas pangan dari daerah produsen. Sementara itu, normalisasi tarif angkutan udara pasca liburan sekolah berkontribusi pada deflasi di sektor transportasi," jelas Suryono.

Di sisi lain, Kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga mencatat inflasi sebesar 1,28% (mtm), dengan andil 0,20% (mtm). Kenaikan ini terutama disebabkan oleh dampak kenaikan tarif listrik di Kota Batam, yang terus memberikan tekanan pada harga kelompok tersebut.

Baca juga: OJK Ungkap Peningkatan Investasi di Kepulauan Riau, 130.714 Investor Baru di Tahun 2024

Inflasi Tahunan Tetap Terkendali

Meski menghadapi tantangan dari kenaikan tarif listrik, inflasi tahunan (year-on-year/yoy) di Kepri tetap terjaga pada level 2,64%. Sementara itu, inflasi tahun kalender (year-to-date/ytd) dari Januari hingga Agustus 2024 tercatat sebesar 0,97%. Angka ini menunjukkan keberhasilan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga di tengah tantangan ekonomi.

Bank Indonesia bersama TPID terus menjalankan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dengan menerapkan strategi 4K: Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi yang Efektif. Beberapa upaya konkret yang telah dilakukan termasuk penyelenggaraan Operasi Pasar Murah (OPM), Gerakan Pangan Murah (GPM), dan Gerakan Sekolah Menanam (GSM), yang bertujuan menjaga kestabilan harga pangan di tingkat konsumen.

Baca juga: Pasar Murah Merdeka di Karimun, Warga Dapatkan Bahan Pokok dengan Harga Terjangkau

Waspada Terhadap Risiko Inflasi ke Depan

Meski deflasi tercapai pada bulan Agustus, TPID tetap waspada terhadap potensi risiko inflasi ke depan. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan termasuk dampak lanjutan dari kenaikan tarif listrik, potensi kenaikan harga beras, serta tekanan harga pada kelompok inflasi inti. Namun, adanya peningkatan pasokan komoditas pertanian dan normalisasi permintaan pangan diharapkan dapat membantu menstabilkan harga di bulan-bulan mendatang.

"Kami optimis bahwa dengan upaya bersama yang konsisten, inflasi Kepri akan tetap terkendali dalam rentang sasaran yang telah ditetapkan," tutup Suryono, menegaskan komitmen Bank Indonesia dan TPID untuk terus menjaga kestabilan ekonomi di Provinsi Kepulauan Riau. 

Dengan berbagai langkah antisipatif dan sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat, Provinsi Kepri diharapkan mampu mempertahankan stabilitas harga dan menjaga daya beli masyarakat di tengah tantangan ekonomi global yang terus berkembang.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :