Cekcok Masalah Bisnis Jadi Penyebab Owner BBQ Xiao Shao Kao di Batam Pelasah Kakak Kandung

Cekcok Masalah Bisnis Jadi Penyebab Owner BBQ Xiao Shao Kao di Batam Pelasah Kakak Kandung

Tampak seorang wanita warga negara asing asal Cina bajunya berlumuran darah akibat pipinya yang sobek terkena pecahan botol miras setelah dilempar oleh sang adik di sebuah hotel di Batam, pada hari Selasa (03/09/2024). (Foto. Hasil tangkapan layar dari video yang diperoleh batamnews.co.id).

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews - Seorang warga negara asing (WNA) asal Cina yang merupakan pemilik BBQ Xiao Shao Kao Penuin, Lubuk Baja, Kota Batam, terlibat dalam insiden penganiayaan terhadap kakak kandungnya sendiri pada Selasa, 3 September 2024, sekitar pukul 01.39 WIB. Semula, wanita tersebut sempat dikira sebagai istri pelaku. 

Peristiwa ini bermula dari perselisihan yang terjadi saat kedua kakak beradik tersebut sedang berdiskusi terkait bisnis keluarga sambil mengonsumsi minuman beralkohol.

Menurut informasi yang diperoleh batamnews.co.id, perkelahian tersebut terjadi setelah keduanya terlibat dalam cekcok mulut mengenai usaha yang mereka jalankan bersama. Situasi memanas hingga berujung pada aksi kekerasan. 

Wanita yang menjadi korban mengalami luka serius, dengan bagian kepala dan pipinya terluka parah akibat pukulan botol minuman keras yang dilakukan oleh adik kandungnya. Luka pada pipi korban diakibatkan oleh pecahan botol yang mengenai wajahnya, menyebabkan pendarahan yang cukup banyak.

Baca juga: Owner BBQ Xiao Shao Kao di Batam Pelasah Istri hingga Babak Belur, Diduga Mabuk

"Dia pukul perempuan itu dengan botol, nyaris saja dia dihakimi warga," ujar seorang saksi mata kepada batamnews.co.id.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Heribertus Ompusunggu, melalui Kapolsek Lubuk Baja, Kompol Yudi Arvian, membenarkan adanya peristiwa penganiayaan tersebut. Kompol Yudi menjelaskan bahwa kedua pelaku merupakan WNA asal Cina yang memiliki hubungan keluarga dan menjalankan bisnis kuliner di Batam.

"Iya benar adanya peristiwa tersebut. Keduanya merupakan orang asing asal Cina yang juga merupakan keluarga kandung. Mereka punya usaha tempat makan di Batam," ungkapnya.

Kompol Yudi menambahkan, insiden ini berawal dari adu mulut antara kakak dan adik yang berujung pada aksi saling serang. Sang kakak terlebih dahulu mengambil botol minuman keras dan memukulkannya ke arah kepala adiknya. Merasa tersulut emosi, adik korban membalas dengan memukul kakaknya hingga tersungkur dan mengalami luka robek pada pipi akibat pecahan botol.

Baca juga: 300 Liter Minyak Tanah Bersubsidi yang Diamankan Ditpolairud Polda Kepri di Batam Berasal dari Lingga

Setelah menyadari bahwa kakaknya mengalami luka parah dan berdarah, adik korban merasa bersalah dan segera memeluk kakaknya. Warga sekitar yang melihat insiden ini segera melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Lubuk Baja.

"Setiba anggota kami di lokasi kejadian, kami langsung membawa keduanya ke rumah sakit ST. Elizabeth untuk mendapatkan perawatan medis sekaligus menghindari amukan warga sekitar," jelas Kompol Yudi.

Setelah mendapatkan perawatan medis, kedua kakak beradik tersebut dibawa ke Mapolsek Lubuk Baja untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait perkelahian yang terjadi. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik, keduanya sepakat untuk berdamai dan tidak saling melapor. Kesepakatan damai tersebut ditandatangani dalam sebuah surat pernyataan di hadapan petugas.

"Setelah diperiksa oleh penyidik, akhirnya keduanya sepakat untuk berdamai dan tidak saling melapor dengan kesepakatan berdamai yang dibuat dalam surat peryataan damai di depan petugas," kata Kompol Yudi.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :