Cuaca Buruk di Karimun, Keberangkatan Kapal Antar Pulau Ditunda Sementara
Cuaca buruk yang melanda wilayah Kabupaten Karimun pada Selasa, 3 September 2024, menyebabkan penundaan sejumlah keberangkatan kapal antar pulau di Pelabuhan Sri Tanjung Gelam (KPK).
Karimun, Batamnews - Cuaca buruk yang melanda wilayah Kabupaten Karimun pada Selasa, 3 September 2024, menyebabkan penundaan sejumlah keberangkatan kapal antar pulau di Pelabuhan Sri Tanjung Gelam (KPK). Keputusan ini diambil oleh otoritas pelabuhan dengan pertimbangan keamanan, mengingat kondisi gelombang laut yang tinggi dan berbahaya untuk pelayaran.
Cuaca ekstrem yang terjadi sekitar pukul 09.50 WIB tersebut memaksa petugas untuk menunda keberangkatan kapal demi keselamatan penumpang. Selain itu, kondisi ponton pelabuhan yang relatif kecil turut menjadi faktor penundaan, karena dapat membahayakan penumpang yang hendak naik atau turun dari kapal.
"Cuaca cukup membahayakan untuk pelayaran, sehingga semua pelayaran di Pelabuhan KPK kita tunda sementara," ujar Cahyono, Petugas KSOP Pos Sri Tanjung Gelam, Selasa, 3 September 2024.
Penundaan keberangkatan kapal dilakukan hingga kondisi cuaca kembali normal, untuk memastikan pelayaran antar pulau dapat berlangsung dengan aman dan lancar. "Kita tidak mengambil risiko. Penundaan kami lakukan terhadap kapal tujuan Tanjungbatu dan Selat Beliah, sekitar 50 menit, sampai kondisi cuaca kembali normal," jelas Cahyono.
Baca juga: Bupati Rafiq Buka Jambore Kader Posyandu di Karimun, Titip Pesan Khusus
Sementara itu, Stasiun Meteorologi Raja Haji Abdullah di Karimun memberikan informasi bahwa kondisi cuaca dalam tiga hari ke depan diperkirakan masih akan mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
"Potensi hujan ringan sampai sedang dengan disertai petir berpotensi terjadi selama 3 hari ke depan. Untuk ketinggian gelombang masih kategori rendah, dengan rentang ketinggian 0,5-1,25 meter," ungkap Andiliyoela Bianti, Forcaster BMKG Karimun.
Meskipun demikian, BMKG Karimun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang, terutama pada dini hari hingga pagi hari. "Kami imbau untuk selalu waspada, potensi waktunya kira-kira dini hari sampai pagi," tambah Andiliyoela.
Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu ini, masyarakat yang berencana melakukan perjalanan laut di wilayah Karimun diharapkan untuk selalu memantau perkembangan cuaca dan mengikuti arahan dari pihak berwenang guna memastikan keselamatan selama perjalanan.

Komentar Via Facebook :