Eco Green City, Konsep Baru Masjid Agung Batam Pasca Renovasi
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. (Foto: Asrul/Batamnews)
Batam, Batamnews - Masjid Agung Batam Centre kembali dibuka untuk umum setelah menjalani proses revitalisasi selama lebih dari setahun. Dengan mengusung konsep eco green city, masjid ini kini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ikon baru Kota Batam yang ramah lingkungan.
Pada Jumat, 16 Agustus 2024, ribuan masyarakat Kota Batam menghadiri acara Zikir dan Doa Bersama di Masjid Agung yang baru direnovasi ini. Acara tersebut dihadiri oleh Wali Kota Batam, jajaran Forkompida, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan pegawai di lingkungan Pemko Batam.
Suasana khusyuk terlihat saat ribuan jamaah bersholawat, berzikir, dan berdoa bersama. Sebelum acara dimulai, banyak jamaah yang mengabadikan momen dengan mengambil foto dan video masjid yang kini tampak megah dan menjadi salah satu kebanggaan warga kota.
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengungkapkan apresiasinya terhadap antusiasme jamaah yang hadir.
Baca juga: Warga Batam Gelar Doa Bersama Usai Revitalisasi Masjid Agung Batam Center
"Terima kasih kepada seluruh jamaah yang telah meluangkan waktunya untuk menghadiri acara doa bersama ini. Ini adalah upaya kami untuk mewujudkan Batam menjadi bandar dunia madani yang modern dan sejahtera, sehingga fasilitas kebutuhan jamaah dalam beribadah bisa memadai," ujarnya.
Rudi menjelaskan bahwa pembangunan Masjid Agung ini menggunakan anggaran multi years dengan konsep eco green city. Konsep ini menciptakan suasana hijau di sekitar masjid, memberikan lingkungan yang sejuk dan nyaman bagi jamaah. Penerapan konsep ini sejalan dengan visi Kota Batam untuk menjadi kota yang modern namun tetap memperhatikan aspek lingkungan.
Masjid Agung Batam Centre kini terbagi menjadi dua ruang utama. Ruang pertama diperuntukkan bagi umat Islam menunaikan ibadah seperti salat Jumat dan ibadah lainnya. Sementara ruang kedua didesain untuk kegiatan umum.
"Kita bagi ruangan utama dan kedua ini secara terpisah agar nantinya ruang utama terjaga bersih dan steril sehingga menjaga kekhusyukan dan ketenangan dari jamaah yang salat di Masjid Agung ini," jelas Wali Kota.
Baca juga: Pemko Batam Bahas Usulan Pinjam Pakai Lahan TPU di Kawasan Hutan Lindung Tembesi Lestari
Rudi berharap bulan depan Masjid Agung ini sudah bisa dipergunakan secara efektif dan maksimal. Ia memiliki visi agar Batam tidak hanya dikenal dengan wisata kulinernya, tetapi juga menjadi destinasi wisata religi.
"Kami berharap ini dapat menarik wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri yang diharapkan membuat perputaran ekonomi di Batam menjadi lebih baik sesuai dengan apa yang kita harapkan selama ini," tutupnya.
Dengan selesainya revitalisasi Masjid Agung Batam Centre, diharapkan dapat menjadi simbol baru kebanggaan masyarakat Batam sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata religi.
Konsep eco green city yang diterapkan juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi pembangunan fasilitas publik lainnya di Kota Batam, menciptakan kota yang tidak hanya modern dan religius, tetapi juga ramah lingkungan.
Komentar Via Facebook :