Nicolas Maduro Teken Dekrit, Blokir Akses Media Sosial X Selama 10 Hari
Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.
Jakarta, Batamnews - Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, telah menandatangani dekrit yang melarang akses ke platform media sosial X selama 10 hari, menyusul perselisihan dengan pemiliknya, Elon Musk.
Kebijakan ini diumumkan setelah ketegangan antara Maduro dan Musk yang semakin memanas sejak pemilu presiden Venezuela pada Juli lalu.
Melansir dari BBC News, perseteruan ini bermula ketika Elon Musk melontarkan kritik tajam kepada Maduro, menyebutnya sebagai "diktator dan badut" setelah Maduro dinyatakan sebagai pemenang dalam pemilu.
Di sisi lain, Maduro menuduh Musk memprovokasi kebencian, fasisme, dan perang saudara melalui platform media sosialnya.
Baca juga: Daftar Negara dengan Tingkat Korupsi Tertinggi di Dunia, Indonesia Masuk?
Sebelum pemilu, Musk secara terbuka menyatakan dukungannya kepada oposisi di platform X. Ia juga menuduh adanya penipuan besar-besaran dalam pemilu setelah hasil resmi diumumkan, yang memicu reaksi dari pemerintah Venezuela.
Dalam beberapa minggu terakhir, protes antipemerintah semakin meningkat di Venezuela akibat hasil pemilu yang kontroversial.
Ratusan orang telah ditangkap oleh pasukan keamanan setempat. Pemilu pada 28 Juli lalu dikritik sebagai tidak demokratis oleh pengamat independen, sementara oposisi utama mengklaim bahwa kandidat mereka, Edmundo Gonzalez, sebenarnya memenangkan pemilu dengan selisih yang signifikan.
Maduro juga menuduh Dewan Pemilihan Nasional (CNE) Venezuela menjadi target dari "kudeta siber" selama pemilu berlangsung, dan menuding Musk berada di balik serangan tersebut. Namun, pengamat pemilu dari The Carter Center menyatakan bahwa tidak ada bukti yang mendukung klaim adanya serangan siber.
Baca juga: Mantan Presiden Amerika Donald Trump Resmi Menjadi Calon Presiden dari Partai Republik
Dalam pidato yang disiarkan pada Kamis, 8 Agustus 2024, Maduro mengumumkan bahwa X akan diblokir oleh badan telekomunikasi negara. Menurutnya, tindakan ini diambil karena Musk dianggap telah melanggar hukum Venezuela.
Pelarangan akses ke media sosial X ini diperkirakan akan berdampak signifikan pada kemampuan masyarakat Venezuela untuk berkomunikasi dan mengakses informasi, terutama di tengah situasi politik yang terus memanas.

Komentar Via Facebook :