Fenomena di Pilkada Kepri 2024, Pengamat: Kolom Kosong Berpeluang Kalahkan Calon Tunggal

Fenomena di Pilkada Kepri 2024, Pengamat: Kolom Kosong Berpeluang Kalahkan Calon Tunggal

Suyito, Ph.D, seorang Sosiolog Politik dan Peneliti Senior di Lembaga Riset Sosiologi dan Kemasyarakatan INSPIRE Kepri. (Foto: istimewa)

Rhuuzi Wiranata

Tanjungpinang, Batamnews - Maraknya fenomena kolom kosong dalam sebagian Pilkada kabupaten dan kota di Kepulauan Riau (Kepri) menjadi tantangan tersendiri bagi para kandidat. 

Suyito, Ph.D, seorang Sosiolog Politik dan Peneliti Senior di Lembaga Riset Sosiologi dan Kemasyarakatan INSPIRE Kepri, menyatakan bahwa peluang kolom kosong untuk menang selalu ada, terutama jika ada penggerak yang mendukungnya.

"Pilkada beberapa tahun lalu di Makassar menunjukkan bahwa paslon tunggal bisa dikalahkan oleh kolom kosong. Ini menandakan bahwa meskipun lawan hanya kolom kosong, paslon tunggal tidak bisa bersantai. Mereka tetap perlu berjuang keras karena ancaman dari aktor-aktor politik yang kecewa dan akhirnya menggerakkan masyarakat," ujar Suyito.

Baca juga: Isu Kotak Kosong Kian Santer di Pilkada Lingga

Ia menjelaskan bahwa jika paslon tunggal yang diusung oleh partai politik tidak diinginkan oleh mayoritas masyarakat, tingkat golput (golongan putih) dan pilihan untuk memilih kolom kosong akan meningkat. 

"Sebagian masyarakat yang kurang suka dengan paslon tunggal tentu akan memilih tidak ke TPS, dan kalau pun ke TPS mereka berpotensi memilih kolom kosong. Jika jumlah yang memutuskan untuk memilih kolom kosong sedikit, tentu tidak berdampak signifikan bagi hasil Pilkada. Namun, jika banyak masyarakat yang memutuskan demikian, tentu kolom kosong berpeluang menang dan berdampak signifikan pada hasil Pilkada," tambahnya.

Dengan melihat dinamika politik yang ada, Suyito memprediksi bahwa setidaknya ada tiga kabupaten atau kota di Kepri yang calon kandidatnya tunggal dan melawan kolom kosong, yaitu Batam, Bintan, dan Lingga. 

Baca juga: PDIP Kabupaten Bintan Upayakan Tidak Lawan Kotak Kosong di Pilkada 2024

"Kalau melihat dinamika yang ada, tiga kabupaten atau kota yang berpotensi calon tunggal lawan kolom kosong itu ada Batam, Bintan, dan Lingga. Kita lihat saja nanti setelah tahapan pendaftaran pada 27-29 Agustus nanti karena politik sangat dinamis," tutup Suyito, Ph.D.

Fenomena kolom kosong ini menunjukkan betapa dinamisnya politik lokal di Kepri. Para kandidat tunggal harus bekerja ekstra keras untuk meyakinkan masyarakat dan menghindari kemenangan kolom kosong yang dapat mengganggu stabilitas politik dan pemerintahan di daerah mereka.
 

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :