KPU Karimun Buka Rekrutmen Pantarlih, Berikut Tugas dan Besaran Honorer

KPU Karimun Buka Rekrutmen Pantarlih, Berikut Tugas dan Besaran Honorer

Foto: Istimewa

Karimun, Batamnews - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karimun telah mengumumkan rencana perekrutan sebanyak 745 Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih), yang dibuka pada 13 hingga 17 Juni 2024. 

Para pantarlih ini akan bertugas selama satu bulan dengan honorarium sebesar Rp 1 juta, ditambah dengan uang transportasi.

"Untuk honornya Rp 1 juta, di tambah dengan uang transportasi. Lalu juga dilengkapi kelengkapan dalam bertugas, mulai dari seragam hingga alteka dan stiker-stiker," kata Komisioner KPU Kabupaten Karimun, Suhermita.

Para pantarlih tersebut nantinya akan ditempatkan di seluruh kelurahan dan desa, mereka nanti akan melakukan proses pencocokan dan penelitian data pemilih atau e-coklit terhadap data DP4 yang sudah dilakukan sinkronisasi dengan DPT pemilu terakhir oleh KPU RI.

Baca juga: KPU Karimun Rekrut 745 Pantarlih untuk Pemutakhiran Data Pemilih

Kemudian untuk penempatannya, di TPS yang jumlah pemilihnya di bawah 400 orang, akan ditempatkan satu pantarlih. Sedangkan TPS yang jumlah pemilihnya di atas 400 orang akan ditempatkan dua pantarlih.

"E-coklit dilaksanakan setelah pantarlih terbentuk. Pemutakhiran data pemilih dilakukan dengan berbasis aplikasi sistem informasi data pemilih (sidalih) yang nantinya juga akan disinkronisasi dengan aplikasi Cek DPT online," sambung Mita.

Mita menegaskan, prinsip-prinsip dalam melakukan pemutakhiran data pemilih diantaranya tidak boleh menggabungkan pemilih dari kelurahan/desa yang berbeda pada satu TPS.

"Lalu tidak memisahkan pemilih dalam satu keluarga di TPS yang berbeda, dan hal-hal lain yang berkenaan dengan kondisi aspek geografis," sambung dia.

Baca juga: Karimun Kini Punya Stasiun Pengisian Bulk Elpiji Baru, Bupati Rafiq Harapkan Mampu Atasi Kelangkaan Gas Bersubsidi

Disebutkan Mita, jumlah pantarlih yang direkrut tersebut berdasarkan hasil pemetaan dan regrouping yang dilakukan oleh tim perencanaan data dan informasi KPU Karimun, terhadap jumlah TPS pada pilkada mendatang.

Sementara, pada saat pemilu presiden dan legislatif lalu jumlah TPS yang di gunakan di 14 kecamatan di Kabupaten Karimun sebanyak 781 TPS. Namun, pada tahapan di Pilkada ini menurun menjadi 421 TPS.

Alasan penurunan jumlah TPS karena adanya penambahan jumlah DPT per TPS. Dimana pada pemilu lalu per TPS maksimal hanya 300 pemilih, maka di pilkada maksimal pemilih di satu TPS berjumlah 800 orang.

"Kalau merujuk ke Undang-Undang Nomor 1 tahun 2015 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 2014 tentang pemilihan gubernur dan wagub, serta bupati dan wabup Pasal 87 ayat 1, maka di Pilkada pemilih untuk setiap TPS paling banyak 800 orang," ujarnya.


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews