Merantau dari Lampung ke Batam, Tono Sukses Meraup Cuan dengan Usaha Tape
Tono (35), yang berasal dari Lampung, telah merantau ke Batam sejak tahun 2008. Awalnya, ia bekerja sebagai pelayanan restoran. Namun, inspirasi dari tetangganya mendorongnya untuk mencoba membuka usaha sendiri. (Foto: Putri/Batamnews)
Batam, Batamnews - Di tengah gemerlap Kota Batam, kisah inspiratif seorang penjual tape bernama Tono menjadi sorotan. Perjalanan hidup Tono, yang berawal dari kesulitan ekonomi hingga mencapai kesuksesan melalui usaha tape, menggugah banyak hati dan menjadi teladan bagi banyak orang.
Tono (35), yang berasal dari Lampung, telah merantau ke Batam sejak tahun 2008. Awalnya, ia bekerja sebagai pelayanan restoran. Namun, inspirasi dari tetangganya mendorongnya untuk mencoba membuka usaha sendiri.
"Alhamdulillah usaha ini sudah berjalan 6 tahun sampai sekarang dengan modal awal 1 juta," ungkap Tono.
Tono berjualan tape dari pukul 11.00 pagi hingga 16.00 sore. Tape yang ia jual dihargai Rp 16.000 per kilogram, namun ia juga melayani pembelian dengan nominal lebih kecil seperti Rp 5.000, Rp 10.000, atau bahkan Rp 2.000.
Baca juga: Kekayaan Budaya Natuna: Anyaman Pandan, Rotan, dan Bambu yang Memukau
Usaha Tono tidaklah mudah. Ia telah menghadapi berbagai tantangan dalam mengembangkan usahanya.
"Saya harus menghadapi panas matahari, hujan, dan kadang pelanggan sepi. Namun, saya tidak pernah menyerah dan selalu semangat setiap harinya untuk berjualan meskipun omzet yang saya raup sehari tidak menentu, berkisar antara Rp 50.000 hingga Rp 500.000," katanya.
Tono berharap usahanya bisa lebih maju dan berkembang di masa depan. "Saya ingin usaha tape ini lebih berkembang, dan kalau bisa, saya ingin menjadi bos tape," tambahnya.
Penulis: Putri Roito Sitorus

Komentar Via Facebook :