Tender Penyelidikan Tanah Jembatan Batam-Bintan Dimenangkan oleh PT Java Offshore: Target 6 Bulan

Tender Penyelidikan Tanah Jembatan Batam-Bintan Dimenangkan oleh PT Java Offshore: Target 6 Bulan

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Kepri Stanley Citoro Haggard Tuapattinaja saat akan memulai proyek Jembatan Babin.

Tanjungpinang, Batamnews - PT Java Offshore berhasil memenangkan tender penyelidikan kedalaman tanah untuk proyek pembangunan Jembatan Batam-Bintan. 

Dalam pengumuman yang disampaikan pada Senin, 27 Mei 2024, President Direktur Utama PT Offshore Work Indonesia, Rizal Shah, mengungkapkan bahwa perusahaan tersebut menargetkan penyelesaian pekerjaan dalam waktu enam bulan.

Rizal Shah menjelaskan bahwa estimasi pengerjaan survei penyelidikan kedalaman tanah ini memakan waktu dua bulan di lapangan, sementara empat bulan lagi akan digunakan untuk analisis data yang terkumpul. 

"Estimasi dilapangan 2 bulan dan Analisa 4 bulan. Secara keseluruhan 6 bulan," ujarnya.

Baca juga: Turnamen Sepak Bola "Bupati Cup 2024" Resmi Dimulai di Bintan

Pekerjaan survei ini akan fokus pada pengukuran kedalaman tanah di sekitar Jembatan Batam-Bintan, dengan kedalaman yang diperkirakan berkisar antara 27 hingga 40 meter di bawah dasar laut. 

Data yang dikumpulkan akan menjadi landasan penting dalam tahap perencanaan konstruksi, karena akan mempengaruhi desain struktur jembatan dan penempatan pondasi.

Rizal Shah menekankan pentingnya data ini dalam proses perencanaan, "Kalau tidak ada data ini bagaimana kita mau desain. Kita tidak besar apa pondasinya sedalam apa."

Dalam kerjasama ini, PT Offshore Work Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk melakukan penyelidikan tanah dalam rangka pembangunan Jembatan Batam-Bintan, yang merupakan yang pertama kalinya dilakukan dengan menggunakan kapal khusus Geoteknik.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Kepulauan Riau, Stanley Citoro Haggard Tuapattinaja, menjelaskan bahwa tujuan dari survei penyelidikan tanah ini adalah untuk mengetahui daya dukung tanah pondasi jembatan serta untuk mengoptimalkan desain struktur Jembatan Batam-Bintan.

Baca juga: Sinergi Pengawasan Nasional, BP Batam Partisipasi Dalam Pameran BPKP Expo Pengawasan Intern 2024

"Survey kedalaman tanah ini guna mengoptimalkan desain struktur jembatan Batam-Bintan," ujar Stanley.

Proses survei ini akan menggunakan anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar 68 miliar rupiah. 

Survei akan dilakukan di 17 titik borehole untuk sisi jembatan dari Pulau Batam ke Tanjung Sauh, serta 2 titik borehole dari Tanjung Sauh ke Pulau Bintan.

Dengan pengumuman pemenang tender ini, diharapkan proses survei penyelidikan tanah akan segera dimulai untuk mendukung kelancaran pembangunan Jembatan Batam-Bintan yang merupakan proyek vital untuk konektivitas wilayah Kepulauan Riau.


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews