Unik, Lingga dan Bintan Bikin Stand Bazar Berbentuk Gasing dan Masjid Pink di MTQH Kepri 2024

Unik, Lingga dan Bintan Bikin Stand Bazar Berbentuk Gasing dan Masjid Pink di MTQH Kepri 2024

Stand berbentuk gasing milik Kabupaten Lingga pada perhelatan MTQH Kepri 2024 di Kota Batam. (Foto: Jesika/Batamnews)

Batam, Batamnews - Dalam rangka pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an dan Hadist (MTQH) Ke-X tingkat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang diselenggarakan di Kota Batam, stand dari Kabupaten Bintan dan Kabupaten Lingga menjadi pusat perhatian pengunjung. 

Dengan desain yang menarik dan tema yang penuh makna, kedua stand ini berhasil menonjolkan keunikan serta kekayaan budaya dan sejarah dari masing-masing kabupaten.

Kabupaten Bintan: Menampilkan Kemegahan Masjid Pink An-Nur
Stand Kabupaten Bintan memukau pengunjung dengan replika Masjid Besar Raya An-Nur yang terkenal dengan cat warna merah jambu. Masjid ini terletak di Jalan Wisata Bahari Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Pulau Bintan. Proses pembangunan masjid yang sempat terhenti pada 2010 ini dilanjutkan kembali pada tahun 2011 atas rekomendasi dari Bupati Bintan kala itu, Ansar Ahmad. Pemilihan warna pink terinspirasi oleh keindahan Masjid Putra Jaya di Malaysia, yang juga dicat dengan warna serupa.

Masjid ini tidak hanya unik karena warnanya, tetapi juga kaya akan filosofi dengan struktur yang mencakup 9 anak tangga, 9 tiang, 9 kubah, dan 9 jendela, melambangkan kekayaan budaya dan spiritualitas lokal.

Baca juga: Hiasan Meja dari Kulit Gonggong dan Kerang Dipamerkan di Stand Bazar MTQH Kepri 2024

Kabupaten Lingga: Mengangkat Warisan Permainan Gasing
Sementara itu, stand Kabupaten Lingga menonjolkan keindahan alam dan kekayaan budaya melalui bentuk stand berbentuk Gasing, simbol permainan tradisional Melayu yang telah menjadi bagian dari warisan budaya. Gasing Lingga, terkenal dengan karakteristik dan aturan main yang unik, telah dikenal sejak zaman kesultanan Riau Lingga dan terus dilestarikan hingga saat ini.

Stand ini tidak hanya menampilkan Gasing sebagai objek hiburan, tetapi juga menjelaskan sistem pertandingan dan aturan yang dibakukan oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga, memberikan pengunjung wawasan mendalam tentang pentingnya melestarikan permainan tradisional dalam budaya modern.

Kedua stand di bazar MTQH Ke-X ini menawarkan lebih dari sekadar informasi; mereka menyediakan pengalaman imersif yang mengedukasi pengunjung tentang kekayaan budaya dan historis dari Bintan dan Lingga. Melalui eksibisi yang kreatif ini, pengunjung bazar diberikan kesempatan untuk menggali lebih dalam cerita di balik bangunan dan tradisi yang telah membentuk identitas daerah masing-masing.

Penulis: Jesika Putri Novela


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews