Besan Kapolda Kepri Jadi Komisaris Baru Bukalapak, Eks Kapolri Dipercaya Jaga Keamanan Siber
Bukalapak (istimewa)
Jakarta, Batamnews – PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) melakukan perombakan jajaran dewan pengurus melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Ada dua nama penting yang masuk: besan Kapolda Kepri dan mantan Kapolri.
Irjen Pol. Asep Safrudin, yang merupakan Kapolda Kepulauan Riau saat ini, ternyata memiliki hubungan keluarga dengan Jenderal Pol. (Purn.) Sutarman. Sutarman sendiri adalah besan dari Asep Safrudin. Dalam RUPST tersebut, Sutarman resmi ditunjuk sebagai Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen Bukalapak.
Komisaris Utama BUKA, Adi Wardhana Sariaatmadja, mengatakan bahwa penunjukan Sutarman bukan tanpa alasan. Mantan Kapolri itu dinilai mampu memperkuat faktor keamanan siber perusahaan.
Baca juga: Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Berlaku Mulai 10 Juni 2026
"Bukalapak adalah perusahaan yang menggunakan teknologi secara ekstensif. Dengan pengalaman dan kontribusi beliau yang luas, khususnya dalam bidang kepemimpinan, tata kelola, dan keamanan siber, kami berharap kehadiran beliau dapat memperkuat fungsi pengawasan dan memberikan perspektif strategis," ujar Wardhana dalam keterangan tertulis, Jumat, 12 Juni 2026.
Latar belakang pengamanan siber ini menjadi penting. Data Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat kerugian akibat kejahatan siber mencapai Rp476 miliar sepanjang November 2024 hingga Januari 2025. Bahkan, laporan penipuan digital melonjak hingga 1,2 juta kasus pada pertengahan 2025.
Sebelum menjabat sebagai Kapolri, Sutarman juga pernah menjadi Kapolda Kepulauan Riau. Jabatan itu kini dipegang oleh besannya sendiri, Irjen Pol. Asep Safrudin.
Selain mengangkat Sutarman, RUPST juga menyetujui pengangkatan Natalia Firmansyah sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama. Ia menggantikan Willix Halim yang telah selesai masa tugasnya. Rapat juga menyetujui pengangkatan kembali Victor Putra Lesmana sebagai direktur.
Natalia Firmansyah akan memimpin sementara hingga direktur utama definitif diangkat sesuai regulasi dan rekomendasi Komite Nominasi dan Remunerasi. Langkah ini disebut untuk memastikan keberlanjutan strategi bisnis, operasional, dan tata kelola perusahaan yang baik.
Baca juga: Penataan Taman Gurindam 12 Dimulai, 249 Pedagang UMKM Tepi Laut Akan Pindah Sementara
Di sisi lain, BUKA juga mengumumkan bahwa Yenny Wahid telah menyelesaikan masa jabatannya sebagai Komisaris Independen sekaligus ESG Ambassador. Perusahaan menyampaikan penghargaan atas kontribusi dan arahan Yenny selama menjabat.
Seiring dengan pemberitaan ini, saham BUKA menguat 0,88% ke angka Rp115 per pukul 10.17 WIB. Kapitalisasi pasar perusahaan saat ini mencapai Rp11,86 triliun.
Komentar Via Facebook :