135 Orang di Tanjungpinang Ikuti Pelatihan Psychological First Aid untuk Pendampingan TPPO

135 Orang di Tanjungpinang Ikuti Pelatihan Psychological First Aid untuk Pendampingan TPPO

Peserta pelatihan TPPO di Tanjungpinang.

Nurjali

Tanjungpinang, Batamnews - Dalam upaya meningkatkan kapasitas sumber daya lembaga penyedia layanan penanganan bagi perempuan korban kekerasan, pelatihan pertolongan pertama psikologis dan pendampingan korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) digelar di Hotel Aston pada Selasa, 21 Mei 2024.

Pj Wali Kota Tanjungpinang, Hasan menjelaskan bahwa Pertolongan Pertama Psikologis atau Psychological First Aid adalah serangkaian tindakan yang diberikan untuk menguatkan kondisi psikis seseorang saat menghadapi peristiwa traumatis. 

Selain itu, pelatihan ini juga mencakup edukasi tentang penerapan kode etik perlindungan dari kekerasan dan eksploitasi seksual. 

"Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan rasa aman, nyaman, dan perlindungan kepada korban kekerasan seksual, serta pemahaman yang tepat dalam penanganan korban TPPO," jelas Hasan.

Baca juga: Sejumlah Rumah hingga Jalan Terendam Banjir di Tanjungpinang

Hasan menambahkan bahwa pelatihan ini juga sebagai upaya menurunkan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta perdagangan orang. 

"Kasus TPPO dan kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan fenomena gunung es yang memerlukan penyelesaian bersama antara pemerintah dan seluruh komponen masyarakat. Pelatihan ini diharapkan dapat mendorong peserta untuk menerapkan dan menyebarkan pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga dan lingkungan masing-masing," sebutnya.

Menurut Hasan, peran aktif masyarakat dalam mencegah kekerasan sangat penting. "Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta dapat menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Tanjungpinang dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan, anak, dan TPPO. Jika menemukan kasus kekerasan di masyarakat, segera laporkan ke UPTD PPA Kota Tanjungpinang agar korban dapat didampingi dan ditangani lebih cepat dan tepat," pungkasnya.

Kepala DP3APM Kota Tanjungpinang, Bambang Hartanto, menambahkan bahwa peserta pelatihan diharapkan mampu mengaplikasikan pengetahuan, nilai, dan keterampilan dalam manajemen kasus. 
"Peserta diharapkan mampu memberikan tindakan yang menguatkan kondisi psikis korban, serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada korban kekerasan seksual dan TPPO," jelasnya.

Baca juga: Kafilah Kota Tanjungpinang Angkat Tema "Kebesaran Kemaharajaan Melayu Pulau Penyengat"

Pelatihan ini diikuti oleh 135 peserta yang terdiri dari petugas UPTD PPA Kota Tanjungpinang, PUSPAGA Kota Tanjungpinang, guru tingkat SD dan SMP Kota Tanjungpinang, relawan SAPA dari tiap kelurahan, perwakilan puskesmas se-Kota Tanjungpinang, serta anggota babinsa dan bhabinkamtibnas dari tiap kelurahan.

Para narasumber dalam pelatihan ini antara lain Meli Puspita Sari, S.Psi, Psikolog Klinis; Sudirman Latif, S.E., Konselor dan Mediator PUSPAGA GURINDAM Provinsi Kepulauan Riau; Dra. Marlia Saridewi, MM, Fasilitator Pemerhati Anak; dan Ernila, S. Psi, Psikolog Klinis.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :