Harga Beras Bulog Kualitas Medium Naik, Berikut Penjelasannya

Harga Beras Bulog Kualitas Medium Naik, Berikut Penjelasannya

Beras Bulog (Foto: Bulog)

Tanjungpinang, Batamnews – Setelah sebelumnya sejumlah merek beras premium di pasaran mengalami kenaikan harga, kini giliran beras SPHP atau beras Bulog kualitas medium yang ikut mengalami kenaikan harga. 

Kepala Cabang Bulog Tanjungpinang, Arief Alhadihaq, mengungkapkan bahwa kenaikan harga beras SPHP Bulog ini sudah terjadi sejak awal Mei lalu, mengikuti instruksi dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang menyesuaikan harga pembelian beras di tingkat petani.

"Untuk menjamin harga di tingkat petani, maka harga jualnya pun ikut naik," kata Arief pada Kamis, 16 Mei 2024.

Baca juga: Rupiah Menguat Terhadap Dolar AS di Penutupan Perdagangan Sore Ini

Arief menjelaskan bahwa untuk wilayah Kepulauan Riau, Harga Eceran Tertinggi (HET) beras SPHP saat ini adalah Rp11.300 per kilogram. Sementara itu, di tingkat konsumen, HET beras SPHP ditetapkan sebesar Rp13.100 per kilogram.

Dengan demikian, harga jual beras SPHP di tingkat ritel atau toko sembako masih berada di batas harga eceran tertinggi, yakni antara Rp62.200 hingga Rp65.000 per sak. "Dari harga lama, ada kenaikan sekitar Rp1.050 per kilogram," ujar Arief.

Arief tidak bisa memastikan apakah harga beras SPHP ini akan turun kembali di masa mendatang. Namun, saat ini Bulog mengikuti instruksi dari Bapanas, yaitu menaikkan harga beras SPHP dari gudang dan menjaga distribusi tetap sesuai HET yang telah ditetapkan pemerintah.

"Kemungkinan turun tentu saja ada, tapi kita tidak bisa memastikan," tambahnya.

Baca juga: Dampak Bencana Alam di Sumbar: Harga Cabai Merah di Pekanbaru Naik

Meskipun demikian, Arief menegaskan bahwa kenaikan harga SPHP ini tidak berkaitan dengan kenaikan harga beras premium atau jenis beras lainnya yang bukan berasal dari Bulog. "Beras tersebut bahkan sudah naik harganya sejak beberapa waktu yang lalu," jelasnya.

Kenaikan harga beras SPHP ini diharapkan dapat membantu menstabilkan harga di tingkat petani, sambil memastikan ketersediaan beras yang terjangkau bagi konsumen tetap terjaga.


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews