Angka Stunting Kembali Naik di Kepri, Lingga dan Bintan Jadi Penyumbang Terbanyak

Angka Stunting Kembali Naik di Kepri, Lingga dan Bintan Jadi Penyumbang Terbanyak

Angka Stunting di Kepulauan Riau mengalami kenaikan pada tahun 2023.

Nurjali

Tanjungpinang, Batamnews - Persoalan stunting masih menjadi pekerjaan rumah terberat bagi kepala daerah (KDH) di Kepulauan Riau (Kepri), dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan dan Pemkab Lingga menjadi dua daerah yang paling berat tanggung jawabnya. 

Hal ini terungkap dari data terbaru yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan melalui Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. Menurut data tersebut, prevalensi stunting di Kabupaten Bintan mencapai 21,6 persen, sedangkan di Kabupaten Lingga mencapai 20,5 persen. 

Hal ini membuat KDH di kedua kabupaten tersebut harus bekerja lebih keras untuk mencapai target nasional penurunan stunting sebesar 14 persen pada akhir tahun 2024. Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Anambas dan Pemerintah Kota Tanjungpinang berhasil meraih prestasi terbaik dengan angka stunting masing-masing sebesar 15,2 persen. 

Baca juga: Batam Bersiap Gelar PSTI Cup IV, Upaya Promosi Sport Tourism

Namun demikian, angka stunting di Kepri secara keseluruhan naik dari tahun sebelumnya, mencapai 16,8 persen dari sebelumnya 15,4 persen.

Kondisi yang cukup mengkhawatirkan terjadi di Kabupaten Karimun, yang sebelumnya mendapat apresiasi dari Gubernur Ansar, namun angka stuntingnya justru mengalami lonjakan drastis menjadi 17,9 persen dari sebelumnya 13,3 persen. 

Tahun sebelumnya, Kabupaten Karimun dianggap berhasil dalam penanganan stunting. Dalam menangani persoalan stunting, Gubernur Ansar menyadari pentingnya kerja sama antara semua KDH di Kepri. 

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau juga telah mengalokasikan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk memberdayakan kader Posyandu dengan memberikan insentif sebesar Rp 100 ribu per orang selama satu tahun ke depan.

Data dari Survei Status Gizi Indonesia (SGI) tahun 2023 menunjukkan fluktuasi kasus stunting di Kepri dari tahun ke tahun. 

Baca juga: Buah Jambu Jamaika, Sensasi Kuliner dengan Warna Merah Menyala yang Menyegarkan di Batam

Pada tahun 2019, angka stunting mencapai 16,08 persen, meningkat menjadi 17,06 persen di tahun 2021, kemudian turun menjadi 15,04 persen di tahun 2022, namun kembali naik menjadi 16,08 persen di tahun 2023.

Meskipun demikian, terdapat sedikit penurunan dalam jumlah keluarga yang terkena stunting, dari sekitar 4.884 keluarga pada tahun 2022 menjadi 4.051 keluarga pada tahun 2023. 

Hal ini menunjukkan upaya-upaya penanganan stunting yang telah dilakukan, meskipun masih diperlukan langkah-langkah lebih lanjut untuk mencapai target penurunan stunting yang lebih signifikan di masa depan.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :