KPK Sita Aset Mantan Pejabat DJBC Kanwil Kepulauan Riau, Andhi Pramono, di Kabupaten Karimun

KPK Sita Aset Mantan Pejabat DJBC Kanwil Kepulauan Riau, Andhi Pramono, di Kabupaten Karimun

Andhi Pramono, mantan Kepala BC Makassar (Foto: Viva)

Jakarta, Batamnews – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penyitaan aset terkait kasus korupsi yang melibatkan mantan Kepala Bea Cukai Makassar, Andhi Pramono. Penyitaan terbaru ini meliputi tiga bidang tanah yang berlokasi di Kelurahan Darussalam, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. Keseluruhan luas tanah yang disita mencapai 5.911 meter persegi.

Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri, menyampaikan bahwa penyitaan ini merupakan bagian dari upaya komisi antirasuah dalam menelusuri aset-aset yang diduga terkait dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Sebelumnya, KPK juga telah menyita aset lain milik Andhi Pramono, termasuk tanah dan bangunan di Kompleks Grand Summit at Southlinks, Kota Batam, dan 14 unit ruko di Tanjung Pinang.

Andhi Pramono sebelumnya dijerat oleh KPK terkait kasus dugaan penerimaan gratifikasi dan TPPU. Ia diduga menerima gratifikasi senilai Rp28 miliar dari para importir selama menjabat di Ditjen Bea Cukai.

Uang tersebut diduga diperoleh dari peran Andhi sebagai broker atau perantara para importir, memudahkan mereka dalam mengurus izin ekspor impor di Bea Cukai.

KPK menegaskan akan terus melakukan penelusuran aset-aset lain yang terkait dengan kasus ini, bekerja sama dengan Tim Aset Tracing dari Direktorat Pelacakan Aset Pengelolaan Barang Bukti dan Eksekusi KPK.

Adapun aset berupa tanah dan bangunan miliknya ini tersebar di Salatiga, Karimun, Batam, Bekasi, Jakarta Pusat, Bogor, Banyuasin dan Kota Cianjur.

Dirinya juga tercatat memiliki 13 alat transportasi dan mesin berupa 9 unit mobil dan 4 unit motor dengan total nilai mencapai Rp 1,86 miliar.

Sedangkan untuk kendaraan yang dimilikinya berupa mobil Mini Moris Sedan, Fiat Sedan, Toyota Corolla, Honda Brio, Ford Sedan, Chevrolet Sedan, Austin Sedan, dan Toyota Jeep. Sedangkan untuk motor dirinya tercatat memiliki Honda Sepeda Motor, Honda Beat, dan 2 Piagio Vespa

Penyitaan aset ini diharapkan dapat membantu proses penyidikan dan pengembalian kerugian negara akibat tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Andhi Pramono.
 


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews