Belasan Sekolah di Pelalawan Riau, Diliburkan Akibat Terendam Banjir

Belasan Sekolah di Pelalawan Riau, Diliburkan Akibat Terendam Banjir

Salah satu lokasi Banjir di Riau. (Foto: Wan)

Nurjali

Pelalawan, Batamnews - Bencana banjir masih melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Pelalawan, Riau. Akibatnya, 13 sekolah berbagai tingkatan terendam, memaksa pihak berwenang untuk meliburkan peserta didik. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pelalawan, Abu Bakar, mengungkapkan situasi terkini pada Senin petang, 8 Januari 2024.

Kecamatan yang terdampak banjir antara lain adalah Langgam, Pangkalan Kerinci, dan Kecamatan Pelalawan. 

Baca juga: Banjir Bengkalis: Desa Petani Terendam, Debit Air Capai Paha Orang Dewasa

Abu Bakar menyampaikan bahwa di Langgam, terdapat 2 sekolah yang terendam, sementara di Pangkalan Kerinci 2 sekolah, dan di Pelalawan ada 9 sekolah yang mengalami dampak serius dari banjir.

Menyikapi kondisi ini, belasan sekolah di ketiga kecamatan tersebut diambil kebijakan untuk diliburkan sementara waktu. Abu Bakar mengimbau pihak sekolah dan peserta didik untuk melaksanakan pembelajaran secara daring guna meminimalkan dampak terhadap proses pendidikan.

"Anak-anak tidak dirugikan karena bencana banjir ini," ujar Abu Bakar dengan penuh perhatian terhadap keselamatan dan kesejahteraan peserta didik.

Abu Bakar juga menyampaikan bahwa beberapa sekolah di Pangkalan Kerinci, terutama tingkat SLTA, dijadwalkan mulai masuk pada 8 Januari 2024. Namun, kendala yang dihadapi saat ini adalah adanya banjir di Jalan Lintas Timur.

Baca juga: Ditangkap Polisi, Pelaku Perampokan di Apotek Kimia Farma Penuin Batam Berjumlah Dua Orang

Salah satu tantangan yang dihadapi oleh peserta didik di Pangkalan Kerinci adalah perjalanan menuju sekolah, yang harus melintasi jalan yang masih terendam banjir. 

Beberapa peserta didik berasal dari Langgam dan Kemang, sehingga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pelalawan berusaha menyediakan transportasi untuk mengangkut mereka dari Langgam dan Kemang ke Kerinci.

"Kami berupaya menyediakan transportasi untuk mengangkut mereka dari Langgam dan Kemang ke Kerinci," kata Abu Bakar.

Namun, Abu Bakar menegaskan bahwa kebijakan ini dapat berubah mengikuti perkembangan situasi banjir di jalan lintas tersebut. 

Jika air belum surut atau bahkan naik dalam beberapa hari ke depan, kebijakan libur dengan sistem pembelajaran daring tetap akan diterapkan. Pihak berwenang terus memantau perkembangan situasi demi keselamatan dan kenyamanan seluruh warga sekolah.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :