Seniman vs. Teknologi: Dampak AI pada Pekerjaan Seni di Indonesia
Wartawan 60 Menit Tom Steinfort mewawancara Ameca, robot AI. (Tangkapan Layar)
Jakarta, Batamnews - Pekerja di bidang seni, seperti ilustrator Wastana Haikal dan penulis Marchella FP asal Indonesia, telah berbicara tentang pengaruh kecerdasan buatan (AI) pada bidang pekerjaan mereka.
Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi AI yang semakin merambah berbagai sektor dan aplikasi, muncul perdebatan mengenai dampaknya terhadap dunia seni.
Dalam acara 'Create with Lenovo: Smarter Technology for Content Innovation' yang berlangsung di Jakarta pada hari Rabu, Haikal, seorang ilustrator yang dikenal dengan nama Haikal, menyatakan bahwa ia tidak khawatir akan potensi penggantian pekerjaan seniman oleh AI.
Baca juga: Google Resmi Luncurkan Android 14, Berikut Fitur Terbaru yang Ditawarkan
Dia membagikan pandangannya tentang hal ini, mengatakan, "Bagaimanapun AI tidak memiliki rasa dan pengalaman masa lalu seperti manusia, yang memengaruhi karya seninya. Di bidang desain, hasil karya AI juga dapat melanggar etik dan aturan para seniman, di mana ia membuat karya hasil gabungan karya dari para seniman manusia yang sudah ada."
Haikal menegaskan bahwa ia tidak pernah dan tidak berminat untuk menggunakan AI dalam pekerjaannya. Baginya, karya yang autentik dan asli buatan diri sendiri adalah yang terbaik. Ia meyakini bahwa AI tidak akan mengambil alih fungsi manusia, terutama di bidang seni.
Sementara itu, Marchella FP, penulis buku "NKTCHI" atau "Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini," memiliki pandangan yang berbeda. Marchella merasa sangat terbantu dengan kehadiran teknologi AI. Meskipun ia tidak menggunakannya untuk menciptakan karya, AI membantu Marchella dalam mencari referensi saat menulis.
Baca juga: iPhone 14 Alami Penurunan Harga Terbesar dalam Setahun, Apa Penyebabnya?
"Aku menggunakan AI biasanya untuk mencari referensi, misalnya, aku ingin menuliskan suasana pagi hari di suatu kota di luar negeri, dan AI akan mendeskripsikan detail bagaimana suasana di sana, sangat membantuku yang belum pernah merasakan langsung suasana itu," jelasnya.
Meski sangat mengandalkan AI untuk referensi, Marchella FP menekankan pentingnya menjaga integritas seorang seniman. Baginya, AI adalah alat yang membantu, bukan pengganti, dalam proses kreatifnya.
Kedua pandangan ini mencerminkan keragaman pendekatan terhadap teknologi AI di kalangan pekerja seni, dan menunjukkan bahwa hubungan antara seni dan kecerdasan buatan masih terus berkembang dan beradaptasi sesuai dengan kebutuhan dan preferensi masing-masing seniman.

Komentar Via Facebook :