Menelusuri Jejak Gafatar di Batam (1)
Sejumlah Pengurus Gafatar Batam Menghilang
Seorang warga melihat kantor Gafatar di KDA Batam Centre. (Foto: Iskandar/BATAMNEWS)
BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Baru-baru ini masyarakat dihebohkan dengan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), begitu juga dengan masyarakat Batam, Kepulauan Riau.
Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di Batam ternyata sudah memiliki sekretariat sendiri, yang beralamat di Ruko Kurnia Djaya Alam Blok B Nomor 8. Namun kantor Gafatar tersebut kini sudang kosong.
Tidak ada yang tersisa, hanya ada beberapa kostum dan spanduk Gafatar yang terlihat masih terpampang.
Menurut warga setempat, di ruko tersebut Gafatar menjalankan aktifitas selama dua tahun.
Di sana juga tempat mereka merekrut pengikut yang diduga mencapai ribuan orang di Batam.
Tidak ada yang mengetahui apa kegiatan Gafatar di sekretariat tersebut. Dari pengakuan yang punya ruko mereka melakukan kegiatan sosial.
"Saya pernah menanyakan, penyewa yang bernama Heru mengatakan ini hanya kegiatan sosial," ujar Ainul pemilik ruko sekretariat Gafatar, Rabu (13/1/2016).
Heru diketahui sebagai Ketua Gafatar Batam. Namun sejak beberapa bulan lalu, sejumlah pengurus Gafatar menghilang.
Ainul menjelaskan, mereka sempat dua tahun disini, karena pas masuk langsung tanda tangan kontrak dua tahun.
"Habis kontraknya pada bulan Juni 2015 lalu," kata Ainul.
Ainul awalnya tidak tahu bahwa Gafatar ini bakal heboh seperti saat ini. Selama rukonya disewa oleh Gafatar ia tidak pernah menanyakan apa kegiatan yang dilakukan orang yang menyewa rukonya tersebut.
"Saya ngga pernah menaroh curiga, apalagi bakal seheboh ini, karena saya ngga pernah berkomunikasi dengan mereka," ucapnya.
Kegiatan sekretariat Gafatar di Ruko Kurnia Djaya Alam tersebut selama dua tahun selalu dipadati pengikutnya. Bahkan, remaja masjid dekat ruko tersebut sempat menanyakan apa kegiatan didalam ruko tersebut.
"Remaja masjid sempat memanggil saya menanyakan kegiatan Gafatar tersebut, karena setiap hari sepeda motor yang parkir depan sekretariat selalu ramai. Kemudian saya meminta pengurus Gafatar menerangkannya pada remaja masjid," kata Ainul.
Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) melalui Sekretaris DPD DIY Giri Widjanarko menegaskan bahwa ormasnya tidak pernah mengajarkan aliran sesat seperti yang dituduhkan. Selain itu, ormasnya tidak pernah mengurusi agama individu anggotanya.
"Sejak rakernas di Jakarta pada Februari lalu, ada satu poin yang menegaskan jika kami tidak mengurusi masalah agama dari individu anggota. Kegiatan kami murni pada tiga bidang yaitu sosial, budaya dan ilmiah," kata Giri dilansir viva.
Ia mengakui jika masih ada sebagian masyarakat yang mengaitkan Gafatar dengan sebuah ormas pada masa lalu. Gafatar adalah jelmaan aliran Al Qiyadah Al Islamiyah pimpinan Ahmad Musadeq, yang kemudian berganti nama menjadi komunitas Millata Abraham pada 2012. Sebelum akhirnya mengubah nama menjadi Gafatar.
[is]
Komentar Via Facebook :