Dinkes Batam Akan Sebar Survei soal HIV/AIDS, Targetnya Para Remaja

Dinkes Batam Akan Sebar Survei soal HIV/AIDS, Targetnya Para Remaja

Seorang aktivitis HIV/AIDS membagikan selebaran di Kabupaten Karimun beberapa waktu lalu. (Foto: BATAMNEWS)

Zuhri Muhammad

BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam berencana akan melakukan langkah-langkah akademis, terkait dengan penanggulangan penyakit menular HIV/AIDS. Langkah tersebut berupa naskah akademis yakni survei.

Survei akan disebarkan ke masyarakat. Beberapa pertanyaan akan dituangkan melalui kuesioner, antara lain mengenai hak penderita sebagai manusia dalam mendapatkan akses pelayanan, tanggapan dari Dinas terkait seperti Dinkes, dan Disdik. 

Targetnya, remaja usia 15 hingga 24 tahun sejauh mana pengetahuan tentang pencegahan dan lainnya.

Kabid Pencegahan Pengendalian dan Penyehatan Lingkungan (P2L) Dinas Kesehatan Batam, Sri Rupiati menyebutkan, ada 15 kuisioner pertanyaan yang akan disebarkan dan dibantu oleh mahasiswa dan mahasiswi.

"Komunitas penderita yang terkena, yang beresiko, tokoh masyarakat, dinas terkait, remaja yang terlibat didalam. Nantinya ada 15 kusioner yang akan kita buat dan disebarkan" ujar Sri.

Tujuan dari survei ini untuk, mendapat gambaran dari keperluan dari program kerja Dinkes Batam yang akan diolah menjadi data statistik.

“Naskah akademik, nantinya akan dijadikan studi banding ke kota lain," paparnya.

Kemudian untuk mendapat kesimpulan ketika akan studi banding misalnya, ke DKI Jakarta, Bali, Jogyakarta dan kota lainnya nota benenya juga kota metropolis.

"Jadi kita bisa lihat sejauh mana penanggulangan penyakit HIV/AIDS,” ungkap Sri, beberapa hari yang lalu.

Ide ini akan berjalan dengan menggunakan anggaran 2016, pasalnya penyakit HIV/AIDS seperti gunung es yang semakin hari kian tinggi. 

Pada tahun ini untuk penanggulangan dan pencegahan penyakit menular ini Dinkes mendapat penambahan anggaran.

"Alhamdulillah ada tambahan anggaran. Lebih kurang 500 orang sudah menjadi penderita, pada tahun 2015 meningkat dari tahun sebelumnya, jadi grafiknya naik terus. Dan hal ini sangat riskan dan mengkawatirkan," ujar Sri Rupiati.

 

[edo]

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :