Pasien Rumah Sakit di Pekanbaru Dilecehkan Petugas Kerohanian, Direktur RS: Di Luar Nalar

Pasien Rumah Sakit di Pekanbaru Dilecehkan Petugas Kerohanian, Direktur RS: Di Luar Nalar

Ilustrasi pasien berbaring (net)

Zuhri Muhammad

Pekanbaru, Batamnews - Skandal pelecehan seksual yang terjadi di Rumah Sakit Islam (RSI) Ibnu Sina Pekanbaru telah menggemparkan komunitas medis dan masyarakat umum di kota ini. Seorang laki-laki, karyawan kontrak, yang sebelumnya bertugas di bagian kerohanian rumah sakit, telah dipecat sebagai tindakan responsif terhadap perbuatannya yang tidak pantas.

Kasus ini terungkap setelah korban, yang kita sebut sebagai D, melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Pekanbaru. D yang juga seorang pria itu mengaku menjadi korban pelecehan pada Sabtu, 6 Mei 2023, saat dirawat di rumah sakit. Pelaku diduga meraba-raba D, termasuk organ vitalnya, dengan dalih memberikan perawatan medis.

"Dalam periode kerja selama 10 bulan, oknum karyawan kontrak ini diduga melakukan tindakan yang sangat memprihatinkan. Ini merupakan musibah besar bagi RSI Ibnu Sina Pekanbaru. Di luar nalar," ungkap Direktur RSI Ibnu Sina Pekanbaru, dr. Tryanda Ferdyansyah, pada Rabu, 10 Mei 2023.

Menurut Tryanda, RSI Ibnu Sina telah menerapkan prinsip pemisahan jenis kelamin dalam pelayanannya, dimana pasien pria hanya dilayani oleh tenaga medis pria, dan sebaliknya. Namun, langkah ini ternyata tidak berhasil mencegah pelaku melakukan pelecehan.

"Penerapan pemisahan jenis kelamin sebenarnya dimaksudkan untuk mencegah terjadinya pelecehan seksual. Namun, kejadian yang terjadi ini di luar batas kewajaran dan norma, yaitu dilakukan oleh individu dengan jenis kelamin yang sama," jelasnya.

RSI Ibnu Sina Pekanbaru, yang telah berdiri selama 43 tahun dengan mengedepankan nilai-nilai syariat Islam, mengecam tindakan pelecehan seksual tersebut. Kejadian ini menjadi peringatan serius bahwa isu ini adalah masalah yang mendalam, bahkan dapat merembet ke dalam lembaga kesehatan dan berpotensi mengancam negara.

"Kami mendukung tindakan hukum yang akan dilanjutkan dalam kasus ini. Kami juga telah meminta maaf kepada keluarga korban. Meskipun tindakan ini dilakukan oleh oknum, kejadian yang tidak pantas ini terjadi di rumah sakit kami," tandas dr. Tryanda.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :