Program Bantuan Bunga 0 Persen, Pemprov Kepri Alokasikan Rp 20 Miliar untuk UMKM 

Program Bantuan Bunga 0 Persen, Pemprov Kepri Alokasikan Rp 20 Miliar untuk UMKM 

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad saat menyambangi Kecamatan Pulau Tiga, Kabupaten Natuna. (Foto: ist)

Tanjungpinang, Batamnews - Salah satu program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri sebagai solusi untuk menggerakkan perekonomian usai pandemi yakni kebijakan program bantuan pinjaman bunga nol persen (0%) bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Program ini telah menjadi komitmen pemerintah Provinsi Kepri untuk  meningkatkan perekonomian dan membangkitkan kembali UMKM .

Program bantuan yang dimulai sejak 2022 lalu ini,  menjadi angin segar dalam upaya perbaikan ekonomi pasca pandemi. Bagaimana tidak, dengan bantuan pinjaman bunga  nol persen ini, pelaku UMKM dapat kembali meningkatkan usahanya dengan modal yang dipinjamkan dari Bank Riau Kepri Syariah (BRKS). 

Para peminjam hanya mengembalikan sebanyak yang dipinjam tidak lebih. Karena bunga pinjamannya ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Kepri.

“Tahun lalu kita bekerjasama denga BRKS telah mengalokasikan Rp 40 miliar untuk masyarakat, atau untuk sekitar 2000 UMKM. Namun hanya terserap sekitar Rp19 miliaran," ujar Ansar, Sabtu (21/1/2023).

Maka program ini akan dilanjutkan kembali di 2023 dengan alokasi sisa dari yang tahun sebelumnya sekitaran Rp 20 miliar lebih. Besaran dana itu diperuntukkan 1000 pelaku UMKM. 

Pihaknya meminta agar pemerintah di kabupaten/kota se-Kepri ikut mensosialisasikan ini. Manfaatkan program ini, karena ini sangat membantu pelaku usaha kecil. 

"Bunganya ditanggung pemerintah, masyarakat hanya membayar pinjaman pokoknya saja. Ayo manfaatkan program ini," jelasnya.

Ansar juga meminta agar masyarakat tidak segan untuk bertanya, baik kepada pihak BRKS, ke Dinas Koperasi dan UKM atau ke pemerintah kabupaten/kota lainnya jika tidak atau kurang memahami.

“Jika kurang paham jangan sungkan, silahkan masyarakat bertanya, insya Allah dibantu. Dan kita minta Pemerintah di kabupaten serta kota ikut menyebarkan informasi ini,” katanya.

Agar program ini menyebar secara luas kepada masyarakat hingga ke pulau-pulau. Dalam beberapa kesempatan, disetiap melakukan kunjungan kerja, baik ke Natuna, Lingga, Karimun, Bintan, Anambas dan Tanjungpinang, dan Batam, dirinya selalu menyampaikan hal ini kepada masyarakat. 

"Sehingga pelaku usaha kecil yang kesulitan modal bisa mengetahui program tersebut dan kemudian memanfaatkannya," ucapnya.

(ary)
Komentar Via Facebook :