Makam Bayi Berusia 10.000 Tahun Jadi Petunjuk Kehidupan Purbakala di Eropa

Makam Bayi Berusia 10.000 Tahun Jadi Petunjuk Kehidupan Purbakala di Eropa

Temuan di makam bayi perempuan 10000 tahun.

Muhammad Ikhsan

Batam - Sebuah makam bayi perempuan di Liguria, Italia, berusia 10.000 tahun menjadi petunjuk bagaimana kehidupan masyarakat di masa Mesolithik dalam menghormati anggota keluarga terkecil mereka. Makam itu diketahui termasuk salah satu makam bayi paling awal yang ditemukan di Eropa.

Arkeolog di tempat penggalian makam mengatakan sejumlah benda juga ditemukan di lokasi pemakaman bayi perempuan itu.

Tim peneliti internasional yang dikepalai Dr Jamie Hodgkins dan Dr Caley Orr dari Universitas Colorado, pertama kali menemukan kuburan itu di dalam sebuah gua bernama Arma Veirana di Liguria pada 2017.

Sebagai temuan makam bayi paling tua dalam sejarah Eropa, tim peneliti menemukan ratusan barang di makam itu selama beberapa tahun. Temuan itu belum lama ini dipublikasikan di jurnal Scientific Reports.

"Evolusi dan perkembangan manusia purba dalam mengubur keluarga mereka terungkap dalam catatan arkeologis dan itu punya dampak besar secara kultural," kata Hodgkins, profesor antropologi di UC Denver.

Barang-barang yang ada di sekitar kuburan bayi itu termasuk 60 manik-manik cangkang, empat liontin dan cakar elang.

Dilansir dari laman Greek Reporter, Minggu (4/11/2022), makam itu sangat penting karena tidak banyak makam ditemukan dari masa Mesolithik dalam sejarah Eropa.

Namun yang paling penting dari itu semua adalah makam itu memperlihatkan betapa bayi itu sangat dianggap bernilai oleh masyarakatnya. "Mainan" Ditemukan Saat Studi Tur Ternyata Berusia 3.000 Tahun

Sayangnya, penjarah makam beberapa waktu lalu menemukan gua itu. Benda-benda dari masa Pleistosen yang beredar membuat para peneliti tertarik dengan lokasi tersebut.

Uji radiokarbon menyatakan bayi perempuan yang dinamai "Neve" itu hidup 10.000 tahun lalu.

Hasil penelitian terhadap gigi bayi itu memperlihatkan dia baru berusia sekitar 40-50 hari. Analisis karbon berikutnya memperlihatkan ibunya makan tanaman yang tumbuh dari tanah ketika sedang mengandung bayi itu.

Hodgkins mengatakan pemakaman ini, sama seperti makam bayi perempuan berusia kira-kira sama di Alaska, mengindikasikan bayi perempuan di masa itu tidak dianggap sebagai aib atau beban keluarga dan benar-benar dianggap seutuhnya sebagai manusia.

Penemuan makam bayi yang pernah hidup kemudian meninggal 10.000 tahun lalu itu memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana peran perempuan dalam sejarah manusia.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :