Jadi Contoh Penerapan Prokes, Museum Purbakala Sangiran Segera Dibuka

Jadi Contoh Penerapan Prokes, Museum Purbakala Sangiran Segera Dibuka

Museum Purbakala Sangiran.

Muhammad Ikhsan

Jakarta - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen, Jawa Tengah, segera membuka obyek wisata. Museum Purbakala Sangiran diprioritaskan untuk dibuka dan dijadikan percontohan penerapan protokol kesehatan (prokes) di masa pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Sragen Yusep Wahyudi mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan persiapan terkait pembukaan tempat wisata. Sejumlah fasilitas ditargetkan dibuka akhir Maret ini.

"Para petugas di lingkungan pariwisata kita persiapkan untuk mendapat suntikan vaksin," ujar Wahyudi, Jumat (12/3/2021).

Menurut dia, ada 70 petugas di sektor pariwisata yang didaftarkan untuk mendapatkan vaksin. Untuk pelaksanaan vaksinasi, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Sragen.

"Salah satu yang kami prioritaskan untuk dibuka adalah Museum Sangiran, kemudian disusul yang lain seperti Bayanan dan lainnya," ucap Wahyudi.

Sebanyak 70 pekerja pariwisata yang akan didahulukan menerima vaksin adalah tenaga harian lepas (THL) dan ASN sektor pariwisata. Selanjutnya, vaksin akan diberikan masyarakat sekitar yang bergantung pada industri pariwisata.

"Tergantung pendataan di desa masing-masing. Setelah vaksinasi, pertama Sangiran akan dibuka secara terbatas. Kalau nanti siap di akhir Maret ini. Kita sudah koordinasi dengan Kemendikbud yang mengampu museum," terangnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan, kata dia, harus ada mekanisme baru. Misalnya, jika satu rombongan bus tiba, akan dibagi dalam beberapa kelompok. Sehingga tidak terlalu banyak yang masuk area museum.

"Misal ada satu bus, dibagi 10 orang dulu dengan dipandu tour guide, sekitar 30 menit baru gantian kelompok lainnya," jelas Wahyudi.

Dia menambahkan, kegiatan pariwisata di Museum Sangiran akan menjadi tolok ukur untuk pembukaan obyek wisata lain. Jika berhasil, akan disusul wisata yang lain, seperti di Pemandian Air Panas Bayanan. Untuk makam Pangeran Samudro atau Gunung Kemukus, pihaknya tidak pernah menutup, meskipun pandemi Covid-19.

"Gunung Kemukus itu kan wisata ziarah, jadi pengunjungnya tidak banyak. Apalagi saat ini sedang dibangun, berpengaruh juga pada yang berziarah," tandasnya.

Wahyudi berharap pembukaan obyek wisata bisa membantu pencapaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sragen. Pemkab menargetkan PAD 2021 dari sektor pariwisata sebesar Rp 1,8 miliar.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :