BPS Kepri Beberkan Faktor Inflasi yang Perlu Diwaspadai November 2022

BPS Kepri Beberkan Faktor Inflasi yang Perlu Diwaspadai November 2022

ilustrasi

Batam, Batamnews - Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Oktober 2022 mengalami deflasi sebesar -0,70 persen (mtm). Dibandingkan September 2022 tingkat deflasi lebih rendah yang mengalami inflasi sebesar 1,06 persen.

Wakil Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kepri sekaligus Kepala Bank Indonesia (BI) perwakilan Provinsi Kepri, Musni Hardi K Atmaja menyampaikan melalui siaran persnya deflasi didorong oleh penurunan harga komoditas. 

Adapun komoditas yang mengalami penurunan harga yaitu komoditas cabai merah, telur ayam ras, cabai rawit, daging ayam ras, dan sayur-sayuran.

Baca juga: Operasi Pasar Murah Jadi Cara Pemko Batam Tekan Inflasi 

“Komoditas yang mendorong deflasi terjadi karena sejalan dengan kondisi pasokan yang membaik, didukung oleh panen di beberapa sentra produksi di Sumatra dan Jawa termasuk di Pulau Kundur-Karimun dan Pulau Setokok-Batam,” ujarnya. 

Sedangkan komoditas yang mendorong inflasi yaitu kontrak rumah, angkutan udara, rokok kretek filter, bawang merah dan bensin.

Sementara itu, IHK nasional mengalami deflasi sebesar -0,11 persen. Secara spasial, Kota Batam dan Kota Tanjungpinang mengalami deflasi masing-masing sebesar sebesar -0,04 persen da. -0,34 persen (mtm).

Baca juga: Batam Konsisten Siapkan Program Strategis untuk Tekan Inflasi 

“Meski secara bulanan mengalami deflasi namun secara year on year /yoy (IHK Oktober 2022 dibandingkan Oktober 2021), Provinsi Kepri mengalami inflasi sebesar 6,39 persen,” katanya. 

Namun memasuki bulan November 2022, risiko tekanan inflasi diperkirakan masih cukup tinggi. Beberapa risiko inflasi yang perlu diwaspadai yaitu: curah hujan yang tinggi dan musim angin utara berpotensi mendorong kenaikan harga pada komoditas bahan pangan terutama komoditas cabai, sayur, dan ikan dan dampak lanjutan dari kebijakan penyesuaian harga BBM pada komoditas pagan dan kelompok transportasi.

Oleh karena itu, TPID memperkuat sinergi dan koordinasi dengan TPI Pusat untuk mendorong implementasi program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (Gernas PIP) Provinsi Kepri dengan berfokus pada 3 program yaitu meningkatkan produksi pangan, memperkuat kerjasama antar daerah dan stabilisasi harga pangan melalui pelaksanaan operasi pasar.

 

Hingga Oktober 2022, TPID di Provinsi Kepri telah menyerahkan setidaknya 10 ribu paket bibit cabai merah dan pupuk melalui Kelompok Wanita Tani (KWT) dan PKK. Bibit cabai tersebut diperkirakan dapat dilakukan panen pada akhir Desember 2022 hingga Januari 2023, dan diharapkan dapat menambah pasokan untuk memenuhi kebutuhan pada akhir tahun. 

“Selanjutnya, dalam jangka panjang, TPID akan terus mendorong upaya peningkatan kapasitas produksi lokal melalui penguatan kelembagaan nelayan/petani, perluasan lahan, dan implementasi teknik budidaya yang lebih baik seperti Program Lipat Ganda dan digital farming. TPID juga akan terus mendorong pemasaran bahan pagan secara online yang diintegrasikan dengan pembayaran secara digital (QRIS),” kata Musni.
 

(ret)
Komentar Via Facebook :