Ancaman Inflasi di Eropa Bikin Apple Naikkan Harga Aplikasi via App Store

Ancaman Inflasi di Eropa Bikin Apple Naikkan Harga Aplikasi via App Store

Ilustrasi. (Foto: Apple)

Jakarta - Harga aplikasi dan transaksi dalam aplikasi yang didistribusikan melalui App Store naik di sejumlah negara menyusul ancaman inflasi.

Kenaikan harga ini berlaku di sejumlah negara Eropa, Asia dan Amerika Selatan mulai Oktober 2022 mendatang.

Apple secara rutin menyesuaikan harga di toko aplikasi mereka. Kebijakan ini tidak melulu berupa harga yang lebih mahal, tetapi juga penurunan harga.

Baca: Pemerintah AS Minta Hapus TikTok dari Play Store dan App Store

Tahun lalu, Apple menurunkan harga aplikasi dan transaksi di dalam aplikasi untuk pengguna di Zona Euro. Kebijakan yang diambil sebagai respons atas perubahan nilai tukar dan pajak ini membuat harga terendah untuk produk digital di App Store turun dari 1,09 euro menjadi 0,99 euro

Mulai bulan depan, harga produk digital di App Store dinaikan menjadi 1,19 euro.

Kenaikan tingkat inflasi, suku bunga, dan harga energi berdampak besar kepada nilai tukar yen, euro, dan kebanyakan mata uang negara ekonomi berkembang. Euro telah merosot ke level terendah dalam 20 tahun, hingga nilainya setara dengan dolar Amerika Serikat.

Baca: Daftar Lengkap Seri iPhone yang Kebagian Update iOS 16 Mulai Hari Ini

Selain di Zona Euro, Apple juga menerapkan kenakan harga di Swedia, Polandia, Jepang, Malaysia, Pakistan, Korea Selatan, Vietnam, dan Cile.

Untuk Vietnam, kenaikan harga di App Store didorong oleh regulasi baru terkait pajak.

App Store adalah sumber pemasukan Apple yang tumbuh pesat. Pendapatan dari bisnis jasa Apple, termasuk App Store, mencapai US$20 miliar setiap kuartal.


Berita Terkait