Port of Rotterdam Jajaki Potensi Kepelabuhanan dan Industri di Bintan

Port of Rotterdam Jajaki Potensi Kepelabuhanan dan Industri di Bintan

Plt Bupati Bintan, Roby Kurniawan saat menerima kunjungan Port of Rotterdam Belanda.

Bintan, Batamnews - Plt Bupati Bintan, Roby Kurniawan menyambut kunjungan Port of Rotterdam Belanda dalam rencana terkait investasi pelabuhan dan perindustrian. Beberapa potensi Bintan di sektor industri hingga pariwisata dipaparkan sebagai bahan rujukan.

Mengawali pertemuan ini, Roby menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapa pun investor yang ingin mengembangkan bisnisnya di Kabupaten Bintan.

"Kami selalu menyambut baik, bukan sekedar peningkatan PAD, tetapi manfaat bagi masyarakat sekitar dan serapan tenaga kerja lokal itu yang turut kami prioritaskan" kata Roby, kemarin.

Baca juga: Dua Tahun Absen, Tour de Bintan 2022 Targetkan Seribu Peserta dari 50 Negara

Berbagai perkembangan industri juga dipaparkan mulai dari Kawasan Industri Bintan atau dikenal dengan Kawasan Industri Lobam yang dikelola PT. Bintan Inti Industrial Estate (BIIE).

Lalu industri berat di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang yang dikelola PT. Bintan Alumina Indonesia (BAI) hingga beberapa kegiatan industri yang telah dan akan berjalan ke depannya.

"Kami akan selalu memberikan kemudahan dan pendampingan yang selalu siap dilakukan bagi pengembangan investasi disini," katanya.

Baca juga: Pemkab Bintan Kerjasama Wujudkan `E-Office` Bareng Dua Kampus Kepri

Perwakilan Port of Rotterdam Mr. Andre Toet menyampaikan beberapa maksud dan tujuannya hadir ke Bintan. Diawali dengan ketertarikannya melihat Bintan dengan posisi yang sangat strategis.

"Banyak potensi yang dimiliki Bintan. Tentunya ini mampu mendunia jika dikelola dan dikembangkan dengan proyeksi jangka panjang," ucapnya.

Rombongan Port of Rotterdam selanjutnya akan langsung mengunjungi Kawasan Industri Lobam dan KEK Galang Batang untuk melihat secara langsung kondisi lapangan. Hasil akhirnya akan didapatkan nanti saat Port of Rotterdam selesai melakukan kajiannya.

(ary)
Komentar Via Facebook :