TeamViewer Ogah Perpanjang Kontrak Sponsor Utama Manchester United

TeamViewer Ogah Perpanjang Kontrak Sponsor Utama Manchester United

Logo TeamViewer terpasang di jersey Manchester United yang dikenakan Harry Maguire. (Foto: via Beritasatu)

Jakarta - Sponsor utama Manchester United (MU), TeamViewer, memutuskan untuk tidak memperpanjang kemitraan dengan klub berjuluk 'Setan Merah' itu.

Alasannya, harga saham perusahaan tersebut anjlok sebanyak 4/5 dari nilainya aslinya sejak kontrak disepakati.

Menurut penjelasan Mirror, pihak TeamViewer sungguh khawatir dengan harga saham yang kemungkinan bisa merosot lebih jauh. 

Alhasil, mereka akan cabut dari MU ketika masa kontrak habis pada 2026 mendatang.

Sebelumnya, TeamViewer berhasil menggantikan Chevrolet sebagai sponsor utama 'Setan Merah' pada awal tahun 2021 silam. 
Perusahaan perangkat lunak asal Jerman itu berani menawarkan kontrak dengan nilai 235 juta pounds (Rp 4,2 triliun) selama 5 tahun.

Keputusan tersebut muncul pertama kali sebab skeptisisme pasar saham di Jerman yang membuat perusahaan itu kehilangan nilainya. 
Terlebih, perang Ukraina dan Rusia juga memperburuk keadaan sehingga membuat sektor teknologi mengalami pelemahan.

"Citra produk kami jelas meningkat tahun lalu melalui kemitraan dengan MU. Namun, perusahaan telah memutuskan untuk meninjau kembali strategi pemasaran jangka panjangnya sebab kondisi ekonomi makro saat ini yang tidak stabil," ucap eksekutif TeamViewer, Oliver Steil dikutip kumparan.

"Para pengambil kebijakan di perusahaan kami kini lebih berhati-hati dan memilih untuk menunda investasi," pungkasnya.

Boleh dibilang bahwa keberadaan TeamViewer sebagai sponsor utama MU masih seumur jagung. Tercatat masih 18 bulan perusahaan tersebut menghiasi bagian depan kaus para penggawa 'Setan Merah'.

Berangkat dari hal tersebut, pihak MU mengaku tidak begitu khawatir dengan kondisi itu. Dikutip dari DailyMail, mereka masih santai untuk menghadapinya sebab kesepakatan itu masih bakal berakhir empat tahun lagi.

Selain itu, ofisial klub juga yakin bahwa MU bakal mudah mendapatkan penggantinya. Untuk saat ini, MU juga telah bersepakat dengan beberapa mitra baru. Pada Kamis (5/8) kemarin, 'Setan Merah' menandatangani kontrak dengan perusahaan asal Amerika Serikat, Qualcomm Technologies.


Berita Terkait