Gubernur Ansar Harapkan Dewan Hakim MTQ Kepri Jujur dan Obyektif

Gubernur Ansar Harapkan Dewan Hakim MTQ Kepri Jujur dan Obyektif

Pelantikan Dewan Hakim MTQ IX Tingkat Kepulauan Riau.

Anambas, Batamnews - Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) IX tahun 2022 tingkat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) digelar di Kabupaten Kepulauan Anambas. 

Perhelatan MTQ tingkat provinsi akan digelar dari tanggal 14 sampai dengan tanggal 20 Juli 2022 di Tarempa.

Dalam rangkaian MTQ tersebut Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad melantik jajaran Dewan Hakim di Masjid Agung Baitul Makmur, Tarempa, Rabu (13/7/2022).

Sebanyak 97 orang hakim dilantik dan akan menjadi juri penilai para qori dan qoriah yang akan berlaga.

Pelantikan dewan hakim didasarkan pada Surat Keputusan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 655 Tahun 2022 tentang Dewan Pengawas, Dewan Hakim, dan Panitera Musabaqah Tilawatil Qur'an IX Provinsi Kepulauan Riau. 

Adapun jajaran Dewan Hakim yang dilantik Gubernur Ansar adalah Ketua Dewan Pengawas dr. H. T. Afrizal Dachlan, Sekretaris Dewan Pengawas Drs. H. Edi Batara, Ketua Pimpinan Dewan Hakim Prof. Dr. KH. Said Agil Husein Al-Munawwar, Sekretaris Pimpinan Dewan Hakim Drs. H. Sofyn Sulaiman, 10 Ketua Majelis Hakim, dan 74 hakim anggota lainnya. 

Dalam sambutannya, Ansar Ahmad yakin dewan hakim yang baru saja dilantik memiliki kualitas dalam bidang masing-masing yang mampu memberikan penilaian objektif terhadap peserta MTQ ke-IX Provinsi Kepri. 

"Penilaian yang objektif dan transparan sangat diperlukan agar kualitas MTQ tahu ini bisa mencapai kualitas yang kita harapkan," ujar Ansar. 

Ansar juga mengingatkan agar para hakim selalu cermat dan berhati-hati dalam mengambil keputusan, selain itu musyawarah dalam pengambilan keputusan harus selalu dikedepankan sehingga keputusan yang terbaik dapat diambil. 

"Para dewan hakim memiliki kode etik dan pedoman perhakiman yang tentunya harus ditaati seluruh hakim, hal inilah yang harus terus kita ikuti agar selama penyelenggaraan MTQ kita bisa menjaga sportivitas," kata Ansar. 

MTQ tidak hanya sekedar ajang meraih juara, namun juga sebaga sarana dakwah dan penyebaran Ukhuwah Islamiyyah, karena itulah Gubernur Ansar menekankan agar kesucian dari ajang MTQ ini dijaga dengan tidak mengotorinya melalui cara-cara curang untuk mendapatkan juara. 

"Kita ingin juara yang nanti lahir memang benar-benar menjadi juara karena kemampuannya sendiri, dengan begitu kebanggaan akan MTQ ini bisa terus kita dengungkan," harap Ansar. 
 

(CR1)