Anak Eks Diktator Ferdinand Marcos Dilantik Jadi Presiden Filipina

Anak Eks Diktator Ferdinand Marcos Dilantik Jadi Presiden Filipina

Ferdinand Marcos Jr. (Foto: Wkipedia)

Manila - Ferdinand "Bongbong" Marcos Jr. yang juga putra mendiang diktator Filipina Ferdinand Marcos akan dilantik sebagai Presiden Filipina yang baru di Museum Nasional, Manila, Kamis (30/6/2022).

Marcos Jr. yang berusia 64 tahun, memenangkan pemilihan bulan lalu setelah mengamankan kemenangan terbesar sejak ayahnya digulingkan oleh pemberontakan rakyat pada 1986.

Ia menggantikan Rodrigo Duterte yang terkenal dengan kampanye antinarkobanya yang mengakibatkan ribuan pengedar narkoba tewas di tanah air.

Lebih dari 15.000 polisi, tentara dan penjaga pantai telah dikerahkan di seluruh ibu kota untuk peresmian.

Upacara pengambilan sumpah dilakukan beberapa hari setelah Mahkamah Agung menolak upaya terakhir untuk mendiskualifikasi Marcos Jr. dari pemilihan dan mencegahnya memegang kursi kepresidenan.

Ketika kenaikan harga menekan ekonomi yang terkena dampak Covid-19, Marcos Jr. melakukan upaya untuk mengatasi inflasi, mendorong pertumbuhan, dan meningkatkan produksi pangan sebagai prioritas utamanya.

Dia juga mengambil langkah drastis dengan menunjuk dirinya sebagai Menteri Pertanian untuk memimpin perbaikan sektor bermasalah serta berjanji untuk membela hak Filipina atas Laut Cina Selatan yang disengketakan, termasuk yang diklaim oleh Beijing.

Penampilan Marcos Jr yang terlihat lebih santun dari Duterte juga berjanji akan ‘selalu berusaha untuk kesempurnaan’ dalam mengelola pemerintahan termasuk memulihkan sosial ekonomi negara.

Sejak menjadi pegawai negeri selama lebih dari 25 tahun, Marcos Jr. telah mencatat jalur karir yang luar biasa di pemerintahan, telah memegang berbagai posisi di cabang eksekutif dan legislatif di Filipina.

Sebagai seorang anak, Marcos Jr. masing-masing menerima pendidikan taman kanak-kanak dan sekolah dasar di Institucion Teresiana dan La Salle Greenhills di Manila.

Karena orang tuanya ingin dia tumbuh dengan rendah hati tanpa dipengaruhi oleh posisi keluarga, Marcos Jr. dikirim ke Inggris di mana dia belajar di gereja Benediktin, Worth School.

Setelah itu, ia melanjutkan studinya dengan memperoleh Special Diploma in Social Studies dari Oxford University di Inggris.

Karena keinginannya untuk melanjutkan studi, Marcos Jr. mengejar gelar Master of Business Management di Wharton School of Business di University of Pennsylvania di Philadelphia, AS.

Selanjutnya....

 

Karir Politik

Setelah keluarganya kembali dari pengasingan pada tahun 1992, Bongbong menjabat sebagai anggota kongres di Distrik Kedua Ilocos Norte, dengan antara lain ia memberlakukan undang-undang untuk membentuk Komisi Pemuda Filipina.

Ia juga berperan penting dalam memperjuangkan gerakan koperasi dengan menggunakan sebagian besar Dana Pembangunan Pedesaan (CDF) untuk mengelola koperasi bagi guru dan petani di wilayah administrasinya.

Antara tahun 1998 dan 2007, Marcos Jr. menjabat sebagai Gubernur Ilocos Norte selama tiga periode, di mana ia mengubah daerah tersebut menjadi provinsi kelas satu yang diakui secara internasional, menyoroti tujuan alam dan budaya.

Selain itu, Ilocos Norte juga merupakan pelopor teknologi tenaga angin, yang hingga saat ini menjadi energi alternatif tidak hanya untuk wilayah tersebut, tetapi juga digunakan di beberapa wilayah di Luzon utara.

Pada tahun 2007, ia kembali terpilih sebagai anggota Kongres dan menjabat sebagai Wakil Kepala Minoritas di Dewan Perwakilan Rakyat Filipina, dan ia termasuk di antara orang-orang yang juga menyusun Undang-Undang Dasar Kepulauan Filipina.

Pada 2010, ia memenangkan kursi di Senat Filipina setelah finis ketujuh. Saat itu, ia memimpin Komite Senat untuk Pemerintah Daerah dan Komite Pekerjaan Umum.

Dia menikah dengan pengacara Louise Araneta-Marcos dan memiliki tiga anak, Sandro, Simon dan Vincent. 

(dod)
Komentar Via Facebook :