Ferdinand Marcos Jr. Menang Telak di Pilpres Filipina

Ferdinand Marcos Jr. Menang Telak di Pilpres Filipina

Ferdinand Marcos Jr. (Foto: Wkipedia)

Manila - Ferdinand Marcos Jr. menang telak dalam Pemilihan Presiden Filipina. Ia mencatat kemenangan mayoritas sejak revolusi 1986 yang menggulingkan pemerintahan diktator ayahnya.

Hasil tidak resmi menunjukkan Marcos Jr, 64, yang dikenal sebagai 'Bongbong', telah melampaui 27,5 juta suara yang dibutuhkan untuk mengamankan mayoritas.

Diprediksi, hasil ini akan membawa keluarga Marcos kembali berkuasa, 36 tahun setelah mereka dipaksa hidup di pengasingan menyusul munculnya 'people power'.

"Saya harap Anda tidak bosan untuk terus mempercayai kami. Ada banyak hal yang akan dilaksanakan," kata Marcos Jr melalui Facebook.

Dilansir Reuters, Marcos Jr. mengumpulkan 29,9 juta suara, lebih dari dua kali lipat dari Wakil Presiden Filipina Leni Robredo, dengan 93,8 persen suara sudah dihitung, berdasarkan hasil tidak resmi dari Komisi Pemilihan Filipina (COMELEC).

Jumlah warga Filipina yang pergi ke tempat pemungutan suara sekitar 80 persen. Hasil resmi diharapkan akan diumumkan sekitar akhir bulan ini.

Marcos Jr pernah menjabat sebagai gubernur, anggota kongres dan senator. Sedangkan adiknya, Imee, sekarang menjabat sebagai senator, dan ibunya, Imelda, adalah anggota kongres selama empat periode, selain putranya, Ferdinand Alexander diharapkan untuk memenangkan kursi kongres.

Marcos Jr., tidak menginformasikan platform kebijakan apa pun saat berkampanye, melainkan hanya menyampaikan pesan unifikasi yang sederhana namun samar.

Selama enam tahun sebagai Presiden Filipina, ia diharapkan untuk melanjutkan kebijakan Rodrigo Duterte, yang merupakan pendekatan garis keras yang kejam untuk membuatnya populer serta membantunya mempertahankan kekuasaan.

Analis memperkirakan Marcos Jr. untuk menyelesaikan proyek peningkatan infrastruktur bernilai miliaran dolar di bawah Duterte dan menjalin hubungan lebih dekat dengan China, tetapi kekhawatiran masalah korupsi dan nepotisme di Filipina tetap ada.

(dod)

Berita Terkait