Kapal Roro Diduga Over-kapasitas, Truk Ekspedisi 'Kena Getah' Petugas Mengaku Polisi

Kapal Roro Diduga Over-kapasitas, Truk Ekspedisi

Pelabuhan Roro di Punggur, Kota Batam. (Foto: Reza/Batamnews)

Batam, Batamnews - Sejumlah calon penumpang kapal Roro tujuan Batam - Sei Pakning ribut di Pelabuhan Roro Batam, Kepulauan Riau, Selasa (21/6/2022) lalu. 

Keributan tersebut dikabarkan karena lebihnya kapasitas kendaraan yang hendak menyeberang. Akibatnya sejumlah calon penumpang berebutan hendak masuk ke kapal. 

Seorang sopir truk lori ekspedisi yang namanya enggan disebutkan menceritakan, sejumlah calon penumpang mobil pribadi mengamuk. Mereka tak dapat masuk ke dalam kapal. 

Sehingga yang menjadi sasaran  beberapa mobil truk ekspedisi yang lebih dulu berada di dalam kapal. 

"Harusnya kan kapasitasnya kapal mengangkut empat lori ekspedisi barulah beberapa mobil pribadi dan juga motor," ujarnya, Rabu (22/6/2022).

Saat itu lori ekspedisi telah berada di dalam kapal Roro dari jam 14.00 WIB. Sebanyak empat lori berada di dalam kapal hendak berangkat menuju pelabuhan Sei Pakning. 

Sejumlah calon penumpang tak terima. Pihak yang mengaku dari kepolisian meminta seluruh lori ekspedisi yang berada di dalam untuk keluar.

"Kita disuruh keluar dengan alasan nanti dikasih masuk lagi. Tapi pas kita keluar kita ditahan tak diperbolehkan masuk. Padahal kita sudah berada di dalam saat itu dan memiliki tiket keberangkatan," ucapnya.

Ironisnya, petugas yang memaksa untuk keluar dari kapal tersebut merupakan petugas dari kepolisian. Menurutnya yang berwenang dalam kapal itu merupakan petugas ASDP.

"Petugas kepolisian yang memaksa kita keluar dari kapal dengan alasan nanti diperbolehkan masuk kembali, namun kenyataannya kita dilarang berangkat," imbuhnya. 

Terpisah, Kapolsek Kawasan Pelabuhan Polresta Barelang, AKP Yusriadi Yusuf membenarkan peristiwa tersebut. Hanya saja pihak kepolisian yang memaksa sopir truk untuk keluar menurutnya bukan anggota dari Polsek KKP.

 

"Ya benar itu bukan keributan, hanya masalah di antrean dan jika ada yang memaksa Sopir truk untuk mengeluarkan mobilnya itu bukan dari anggota kepolisian Polsek KKP," katanya

Yusuf menjelaskan bahwa akan berkordinasi langsung dengan pihak ASDP terkait permasalahan tersebut. Harapannya pihak ASDP dapat menjual tiket dengan kapasitas kapal yang ada.

"Agar menjual tiket sesuai kapasitas kapal serta merapikan kembali antrean yang ada agar hal serupa tak terulang lagi," pungkasnya.

(rez)