Ketahui Happy Water, Narkotika Jenis Baru yang Mengancam Asia Tenggara

Ketahui Happy Water, Narkotika Jenis Baru yang Mengancam Asia Tenggara

Ilustrasi.

Singapura - Pihak berwenang di Asia Tenggara khawatir konsumen terjerat dengan munculnya koktail obat baru, 'Happy Water' yang merupakan obat campuran sintetis yang mengandung kafein, diazepam, ketamin, ekstasi, syabu, dan tramadol.

Diazepam dan tramadol adalah obat resep sementara ketamin, ekstasi dan syabu adalah obat yang dikendalikan di Singapura.

Campuran yang tersedia dalam berbagai warna dan dikemas dalam sachet ini dilarutkan dalam cairan sebelum diminum.

April lalu, Bangkok Post melaporkan 'Happy Water' dijual di beberapa bar di Pattaya, Thailand, sementara pihak berwenang Myanmar awal bulan ini mengatakan itu dijual di bar, klub, dan toko KTV di seluruh Yangon.

Sebuah laporan oleh Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC) bulan lalu, menyuarakan keprihatinan tentang munculnya koktail narkoba.

Namun, merek 'Happy Water' bukanlah obat yang sama sekali baru, bahkan pada tahun 2010, campuran dengan nama yang sama sudah dipasarkan di China, sebelum dilarang dan diblokir oleh pihak berwenang.

Berdasarkan UNODC, 'Happy Water' kemudian diolah dengan menambahkan ekstasi, sabu, amfetamin dan ketamin.

Awal bulan ini, Thailand mengizinkan penggunaan ganja, yang sekarang banyak tersedia di negara itu. 

(dod)