Skandal Pelecehan Seks Pastor di Jerman, 600 Anak Jadi Korban

 Skandal Pelecehan Seks Pastor di Jerman, 600 Anak Jadi Korban

ilustrasi

Berlin - Laporan terbaru mengungkapkan sedikitnya 600 anak menjadi korban pelecehan seksual oleh pastor di wilayah Keuskupan Muenster di Jerman. Namun jumlah korban sebenarnya diperkirakan lebih tinggi 10 kali lipat dari angka tersebut.

Seperti dilansir AFP, Selasa (14/6/2022), laporan yang dirilis Universitas Muenster pada Senin (13/6/2022) menyebutkan bahwa Keuskupan Muenster memiliki catatan resmi tentang 610 korban pelecehan seksual -- sekitar sepertiga lebih banyak daripada yang ditunjukkan dalam studi sebelumnya yang dirilis tahun 2018 lalu.

Namun, seorang sejarawan bernama Natalie Powroznik, yang terlibat dalam studi itu, menyebut jumlah korban sebenarnya bisa jauh lebih tinggi dengan 'sekitar 5.000 hingga 6.000 anak perempuan dan laki-laki yang terkena dampak' di dalam keuskupan tersebut.

Menurut laporan itu, setidaknya 5.700 tindak pelecehan seksual telah dilakukan oleh total 196 rohaniwan, termasuk 183 pastor.

Disebutkan juga bahwa sekitar lima persen rohaniwan yang terlibat didapati sebagai pelaku berantai, dengan jumlah korban melebihi 10 orang, dan kurang dari 10 persen yang menghadapi konsekuensi hukum atas tindakan bejatnya.

Pada puncak tindak pelecehan seksual tahun 1960-an dan 1970-an silam, laporan itu menyebut terdapat rata-rata dua kasus setiap pekan di keuskupan tersebut.

Disebutkan juga bahwa tiga dari empat korban pelecehan seksual itu merupakan anak laki-laki, dengan mayoritas berusia 10-14 tahun. Banyak tindakan pelecehan seksual itu dilakukan terhadap bocah altar atau di kamp anak-anak dan remaja.

 

Studi itu juga melaporkan konsekuensi psikologis cukup besar terhadap para korban yang mencapai usia dewasa, termasuk depresi dan keinginan bunuh diri, dengan indikasi percobaan bunuh diri terjadi pada 27 kasus.

Uskup Muenster, Felix Genn, dijadwalkan berkomentar secara detail soal studi itu pada Jumat (17/6) mendatang. Penyusun studi itu menuduh Genn, yang menjabat sejak tahun 2009, telah gagal mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku pelecehan seksual.

Dalam tanggapan awal pada Senin (13/6) waktu setempat, Genn menyatakan bahwa dirinya 'secara alami menerima tanggung jawab atas kesalahan-kesalahan yang saya buat dalam menangani pelecehan seksual'.

Gereja Katolik Jerman telah diguncang serangkaian laporan dalam beberapa tahun terakhir yang mengungkap pelecehan seksual secara luas terhadap anak-anak oleh para rohaniwan gereja.

Studi yang dilakukan oleh Konferensi Uskup Jerman tahun 2018 menyimpulkan bahwa 1.670 rohaniwan di negara tersebut telah beberapa bentuk penyerangan seksual terhadap 3.677 anak-anak antara tahun 1946 dan 2014. Namun jumlah korban sebenarnya diperkirakan jauh lebih tinggi.

(fox)