Pelayaran Karimun-Malaysia Dibuka, Gubernur Ansar: Multiplier Effect-nya Besar

Pelayaran Karimun-Malaysia Dibuka, Gubernur Ansar: Multiplier Effect-nya Besar

Pelabuhan Internasional Karimun mulai aktif melayani penumpang. (Foto: Edo/Batamnews)

Karimun, Batamnews - Pelayaran lintas negara kembali dibuka di Pelabuhan Internasional Karimun, Provinsi Kepri, Kamis (19/5/2022). 

Sebanyak 282 penumpang berangkar dalam pelayaran perdana itu. Tujuan mereka yakni Pelabuhan Putri Harbour, Malaysia.

Mereka dilepas secara simbolis oleh Gubernur Kepri, Ansar Ahmad dan Bupati Karimun, Aunur Rafiq. Dibukanya kembali pelayaran internasional ini menjadi hal yang berarti bagi pemerintah daerah.

Baca juga: 2 Tahun Dihentikan, Gubernur Ansar Lepas Pelayaran Perdana Karimun-Malaysia 

Ansar mengatakan pihaknya terus mendorong agar pemulihan ekonomi bisa cepat dilakukan.

"Mudah-mudahan perjalanan luar negeri ini akan berjalan seperti sedia kala. Pemerintah akan terus mendorong agar pemulihan ekonomi bisa cepat, karena multiplier effectnya ketika dibukanya pelabuhan internasional ini sangat besar sekali bagi masyarakat," kata Ansar.

Dua kapal memberangkatkan penumpang saat itu yakni MV Putri Anggraeni I (152 penumpang) dan MV Ocean Dragon (130 penumpang). Keduanya tujuan Putri Harbour.

Sementara ini, pihak agen pelayaran di Karimun hanya menjadwalkan satu kali keberangkatan ke Malaysia dan sebaliknya. Harga tiket senilai Rp 300.000 untuk sekali keberangkatan.

Ansar meyakini jika nanti pihak operator kapal akan menambahkan trip atau perjalanan. "Kita juga akan berupaya untuk dapat membuka rute Tanjungbalai Karimun - Harbourt Front Singapura. Saat ini masih meminta dukungan dari pemerintah pusat. Kemarin Menhub Budi Karya Sumadi sudah ke Singapura untuk membahas hal ini," ucap Ansar.

Ia juga mendorong untuk meniadakan kewajiban asuransi, yang saat ini menjadi syarat perjalanan bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN).

Baca juga: 52 Ribu Pelanggan Listrik di Karimun Diusulkan Terima Kompensasi

"Kita akan meminta pemerintah pusat mempertimbangkan untuk meniadakan asuransi ini, karena hampir PPLN yang ke Tanjungpinang, Batam dan Bintan tidak ada terpapar Covid-19," ucapnya.

Sementara itu, Bupati Karimun Aunur Rafiq meyakini bahwa dengan dibukanya pintu Internasional akan menjadi spirit baru untuk pemulihan ekonomi, khususnya di Kabupaten Karimun.

"Terima kasih kami ucapkan atas dibukanya kembali Pelabuhan Internasional di Karimun ini. Begitu juga kepada Gubernur yang telah intens mendorong dibukanya pelabuhan ini," kata Rafiq.

(aha)