Kasus Hepatitis Misterius di RI, Sudah Empat Anak Meninggal

Kasus Hepatitis Misterius di RI, Sudah Empat Anak Meninggal

ilustrasi. (iStockphoto/jarun011)

Jakarta - Sedikitnya empat anak di Indonesia dilaporkan meninggal dunia akibat terpapar hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya atau hepatitis misterius.

Rinciannya, tiga kasus kematian anak terjadi di DKI Jakarta dan satu kasus kematian dari Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur pada Jumat (6/5/2022).

Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menambahkan hingga kini belum diketahui penyebab hepatitis misterius yang muncul sejak 15 April lalu di Indonesia.

"Iya [empat kasus kematian]. Tapi kita menyebutnya pending klasifikasi ya, jadi sedang dilakukan pemeriksaan ya. Karena harus diperiksa dulu di laboratorium terkait varian hepatitisnya," kata Nadia kepada CNN Indonesia, Minggu (8/5/2022).

Nadia kemudian menjelaskan alasan pihaknya hingga saat ini masih belum bisa menggolongkan ketiga kasus tersebut sebagai kasus hepatitis akut dengan gejala berat. Melainkan masih dalam tahap pending klasifikasi.

"Karena memang perlu ada pemeriksaan laboratorium yang harus dilakukan. Terutama pemeriksaan adenovirus dan hepatitis E, yang membutuhkan waktu selama 10-14 hari," kata dia.

Lebih lanjut, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes ini kemudian membeberkan, satu kasus kematian terbaru di Kabupaten Tulungagung terjadi pada anak berusia tujuh tahun yang mengalami sejumlah gejala di antaranya mirip gejala penyakit kuning. Kemudian demam, diare, urine berwarna lebih pekat dan feses berwarna pucat.

Sementara tiga kasus kematian sebelumnya di DKI Jakarta dilaporkan dalam kondisi stadium lanjut ketika sampai di Rumah Sakit. Ketiga pasien anak tersebut masing-masing berusia 2 tahun, 8 tahun, dan 11 tahun.

Ia kemudian menyarankan para orang tua memeriksakan anaknya ke fasilitas kesehatan terdekat jika ditemukan gejala kuning, sakit perut, muntah-muntah, diare mendadak, buang air kecil berwarna teh tua, buang air besar berwarna pucat, kejang, dan penurunan kesadaran.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya juga telah menyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) pada kasus hepatitis akut misterius yang menyerang anak-anak di Eropa, Amerika, dan Asia. WHO juga baru melaporkan satu kasus kematian yang terjadi di luar Indonesia.

(fox)