Ada Antrean di SPBU, Pemkab Karimun Jamin Stok BBM Aman untuk Lebaran

Ada Antrean di SPBU, Pemkab Karimun Jamin Stok BBM Aman untuk Lebaran

Antrean kendaraan warga membeli BBM di salah satu SPBU Karimun. (Foto: Edo/batamnews)

Karimun, Batamnews - Stok bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau diklaim aman. Pemerintah memastikan tak ada kelangkaan.

Kepala Dinas Pergadangan dan Perindustrian Karimun, Basori, bahkan mengatakan, stok BBM pertalite dan jenis lainnya mencukupi hingga usai lebaran.

"Kita untuk di Karimun, kuota mencukupi. Tidak ada kelangkaan yang terjadi," kata Basori, Sabtu (30/4/2022).

Terjadinya antrean kendaraan di SPBU dalam beberapa waktu terakhir, merupakan fenomena setiap momen Lebaran.

Masyarakat banyak mengisi bahan bakar minyak untuk keperluan pada saat lebaran nantinya.

"Itu sudah hal yang wajar kalau di SPBU terjadi antrian panjang. Apalagi kita kan mau lebaran juga," ucapnya.

Sementara itu, jika adanya kekosongan minyak di SPBU yang juga mempengaruhi kios-kios BBM menjadi kosong. Hal itu karena proses bongkar muat BBM.

Sebab, kapal pengangkut minyak untuk ke Karimun juga menunggu antrean di Tanjunguban, Bintan.

"Untuk memuat, kapal antri di Tanjungubang. Lalu, untuk pembongkaran juga melihat kondisi pasang surut air laut. Jadi, kalau sempat kosong, itu tidak berlangsung lama, tidak akan sampai satu hari kosong," ucap dia.

Basori juga menyebutkan, kondisi hari ini juga terlihat normal. Stok BBM juga telah dibongkar ke SPBU Poros.

"Hari ini sudah ada lagi minyak yang datang atau dibongkar," ujarnya.

Sementara itu terpisah, Kasat Reskrim Polres Karimun Arsyad Riandi saat dikonfirmasi langsung, juga mengungkapkan hal serupa bahwa tidak ada kelangkaan minyak.

"Tidak ada langka, kita sudah turun langsung ke lapangan untuk cek. Hasilnya, stok minyak Pertalite itu ada dan jumlahnya lebih dari 100 KL," ujar Arsyad.

Kemudian, pihaknya juga membantah bahwa adanya terjadi penimbunan minyak. Sebab, pihaknya mendapat data laporan keluar masuknya BBM dari Disperindag.

"Kita selalu dikirim data, jadi bisa diprediksikan tidak akan ada terjadi penumbunan," ucapnya.

Kemudian, menjelang lebaran, disebutkan juga bahwa kebutuhan masyarakat juga meningkat sesuai dengan kondisi yang terjadi.
 

(aha)