Kepri Minta Diskresi soal Penerapan PCR Bagi Turis Asing

Kepri Minta Diskresi soal Penerapan PCR Bagi Turis Asing

Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau, Buralimar.

Batam, Batamnews - Terhitung mulai 1 April 2022, perbatasan wilayah Indonesia dengan Singapura dibuka. Kini, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Indonesia, sudah membuka pintu masuk untuk kedatangan turis atau warga negara asing, khususnya dari negara tetangga; Singapura.

Walau begitu, ada aturan yang terkesan memberatkan turis Singapura. Dimana ada aturan PCR yang diwajibkan bagi tiap kali kedatangan.

Hal itu pun diakui oleh Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar. Ia ingin aturan yang kini berlaku di Singapura harus turut disesuaikan atau disamakan dengan aturan di Indonesia.

"Singapura tidak menerapkan PCR. Kalau pun antigen, mereka mandiri. Kita akan samakan (aturan) itu nanti, jadi itu permintaan kita ke pusat," kata dia, Kamis (31/3/2022).

Untuk itu, tambahnya, Pemprov Kepri sejak jauh-jauh hari sudah mewacanakan untuk meminta diskresi ke pemerintah pusat. Alhasil, permintaan tersebut pun tersampaikan ke Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Salahuddin Uno, saat berkunjung di Kota Batam.

"Pagi tadi sudah disampaikan sama Pak Menteri (Sandiaga Uno). Jadi kita maunya tidak ada PCR, karena memberatkan dari segi biaya," kata Buralimar.

Dalam diskresi tersebut, Pemprov Kepri meminta agar aturan PCR untuk warga Singapura yang datang ke Kepri digolkan. Turis hanya perlu menunjukkan bukti vaksinasi lengkap dan antigen saja.

"Sebab booster mereka sudah tinggi. Jadi faktanya vaksin pertama dan kedua di Singapura itu sudah 100 persen dan vaksin ketiga mereka sudah 80 persen. Tidak ada alasan lagi kita untuk takut atas kedatangan mereka. Jadi dengan fakta itulah yang kita jual ke pemerintah pusat, paling banter nanti antigen," kata Buralimar.

Ada hal lain lagi yang jadi sorotan, yakni Visa on Arrival (VR) yang masih berlaku untuk permanent residence. 

"VR itu masih berlaku untuk permanent residence oleh warga negara Singapura, selain itu belum boleh. Nah, itu jadi masalah. Makanya kita minta itu seperti Bali, bukan hanya dibuka untuk 25 negara tapi 45 negara. Siapapun mereka, pemegang VR atau tidak itu dibebaskan masuk ke Kepri," katanya.

(jun)
Komentar Via Facebook :