Cerita Lela, Janda Penderita Kanker Getah Bening di Karimun yang Kesulitan Biaya Berobat

Cerita Lela, Janda Penderita Kanker Getah Bening di Karimun yang Kesulitan Biaya Berobat

Lela (kiri) berbincang dengan Bupati Karimun Aunur Rafiq yang menjenguknya bersama kadis kesehatan. (Foto: ist)

Karimun, Batamnews - Lela (80), perempuan lanjut usia di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, menderita penyakit getah bening.

Janda tua itu harus berjuang dengan keterbatasannya demi sembuh dari penyakit yang dideritanya.

Sejauh ini, Lela hanya mengandalkan pengobatan di RSUD Muhammad Sani Karimun. Ia tetap harus dirujuk ke rumah sakit di Batam atau juga Pekanbaru.

Selama melakukan pengobatan di Karimun, bagian antara leber dan pundak lela telah dua kali diambil sampel oleh pihak rumah sakit.

Namun, tindakan lanjutan belum dilakukan untuk mengangkat kelenjer getang bening yang diderita Lela selama bertahun-tahun.

Dirujuknya untuk pengobatan Lansia tersebut, karena kendala peralatan RSUD Muhammad Sani yang tidak mumpuni.

Lela, tinggal di Kampung Suka Jadi, Desa Pangke, Kecamatan Meral Barat, Karimun. Ia tinggal menumpang di sebuah rumah bersama seorang anak laki-lakinya.

Kondisi Lela ini didengar oleh Pemerintah Daerah. Bupati Karimun, Aunur Rafiq langsung menjenguknya dengan didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Rachmadi, Minggu (13/3/2022).

"Ibu ini telah dilakukan dioksi di RSUD Muhammad Sani sebanyak 2 kali terhadap tumor kelenjer getahg bening, dan tindakan lanjut harus dirujuk ke Batam atau Pekanbaru," kata Rafiq.

Ia meminta pada kadis kesehatan untuk segera membuat surat rujukan agar Lela dapat segera diobati.

Namun, kendala lain pun dihadapi yakni ketiadaan biaya untuk berangkat berobat.

Rafiq juga prihatin dengan kondisi lansia tersebut. Tempat tinggal yang saat ini di belakang Pos Polisi, dan merupakan seorang janda tua yang memiliki seorang anak yang bekerja serabutan.

"Kita akan bantu, Pemda akan mengusahakan membantu untuk biaya transportasi, apakah nanti ke Batam atau Pekanbaru. Sambil menunggu rujukan, juga akan terus melakukan cek rutin di RSUD Muhammad Sani, dengan biaya ditanggung BPJS," ujar Rafiq.

Sementara itu, Lela saat diwawancara mengatakan bahwa, awalnya terjadi pembengkakan pada bagian leher dan bahu sebelah kanannya.

Dirinya juga mengakui bahwa, awal berobat masih menggunakan biaya sendiri secara pribadi.

"Awalnya bayar, tapi setelah dibuatkan BPJS tidak lagi bayar," katanya.

Lela juga berharap, agar dirinya segera untuk mendapat pengobatan agar rasa sakit akibat kelenjer getah bening itu dapat segera hilang.

(aha)