Dulu Tabung Gas Oksigen Tembus 5 Juta, Sekarang Cuma Ratusan

Dulu Tabung Gas Oksigen Tembus 5 Juta, Sekarang Cuma Ratusan

ilustrasi. (Foto: Antara)

Jakarta, Batamnews - Ledakan kasus Covid-19 pada pertengahan tahun lalu membuat sebagian masyarakat was-was akan ketersediaan obat-obatan hingga tabung gas oksigen. Namun, pedagang menyebut saat ini stok melimpah sehingga tidak perlu ada kekhawatiran.

Rizky Julian, pemilik Rizky Oksigen yang berada Jl. Gondang Sari, Pasar Rebo, Jakarta Timur menyebut melimpahnya stok karena permintaan saat ini tergolong sangat sedikit, bahkan lebih rendah dibanding sebelum masa pandemi.

Baca juga: Ibu-ibu Curhat ke Uba Sigalingging soal UMKM dan Tabung Oksigen

"Sebelum pandemi bisa 18-20 botol yang ukuran 1 kubik per hari. Kemarin saat puncaknya Covid lagi tinggi bisa 50 botol sampai ratusan. Sekarang rata-rata per hari 10 tabung," kata Rizky dikutip batamnews via CNBC Indonesia, Jumat (14/1/22).

Sedikitnya permintaan membuat stok menjadi lebih banyak. Ia pun memilih untuk menahan pemesanan lagi ke distributor sampai gas oksigen yang menjadi stoknya habis atau minimal menipis.

"Stok banyak, ada sih. Saya juga stok nggak kaya kemarin-kemarin, paling terbatas aja. Lama muternya," jelasnya.

Alhasil kondisi itu sejalan dengan harga tabung yang tidak banyak mengalami perubahan.

"Tabung sudah normal, sudah biasa di Rp950 ribu/kubik, lengkap tinggal pakai. Dulu sampe Rp5 juta ya orang-orang jual tapi saya tidak menjual seperti itu," sebutnya.

Baca juga: Niat Mulia Iptu Binsar Bantu Oksigen Tabung Bagi Warga di Karimun

Peluang untuk menambah keuntungan melalui stok tabung pemadam kebakaran sebenarnya tersedia. Namun, dia mengaku enggan melakukannya karena rentan terkena sanksi.

"Kira-kira berisiko saya nggak mau, gara-gara saya tau tabung pemadam meski dibilang baru saya nggak mau jual, beresiko. itu kan bukan buat medis. Risiko ngeri aja sy takut masalah. Hindari masalah-masalah gitu mending yang aman-aman aja," jelas Rizky.

(fox)