Perubahan Strategi Garuda Menjebak Gajah

Perubahan Strategi Garuda Menjebak Gajah

ilustrasi.

Oleh: Cris Triwinasis, Pengamat Sepakbola Kepri

Final yang keenam kalinya di Piala AFF 2020 kali ini dan pertemuan melawan Thailand adalah yang keempat kali dengan hasil tiga kali kalah, pertama saat final tunggal tahun 2000 dengan skor 1-4, kemudian 2002 lewat penalty shoot out 4-2(2-2) dan 2016 dengan sistem home and away, menang di Bogor 2-1 dan kalah saat tandang ke Thailand 0-2, kalah agregate 2-3.

Pelatih Shin Tae Yong sadar tim asuhannya tidak diunggulkan, namun seluruh masyarakat Indonesia berharap kali ini timnas mampu mengukir prestasi menjadi juara AFF untuk pertama kalinya. 

Modal untuk itu ada, tadinya menjadi tim yang kurang diperhitungkan, justru muncul menjadi juara grup B diatas Vietnam, juara bertahan.

Baca juga: Media Thailand: Indonesia Bakal Kalah di Leg I Final Piala AFF 

Pola permainan senantiasa berubah, 4-1-4-1 diawal turnamen, ke pola 5-4-1saat menghadapi Vietnam dan 4-3-3 juga diterapkan untuk menjebak lawan tidak bisa menebak strategi timnas. 

Menjadi tim paling subur, dengan 18 gol dengan satu gol bunuh diri saat berjumpa melawan Singapura pada leg kedua. 

17 gol tercipta dari 10 pemain yang berbeda, artinya timnas Indonesia tidak bergantung pada pemain tertentu dalam urusan mencetak gol. Semua pemain dalam kondisi fit dan tidak ada yang terkena akumulasi kartu kuning atau merah. 

Sementara Thailand tidak diperkuat oleh kiper Budprom akibat cidera dan Theraton Bunmathan back akibat akumulasi kartu, belum lagi Supachok belum fit. 

Pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada Pra Piala Dunia dengan skor 2-2 yang ketika itu dicetak oleh Ki Agung dan Evan Dimas ke gawang Thailand yang dijaga oleh kiper Thanawat yang nantinya juga menjadi kiper saat leg pertama final, Rabu (29/12/2021) malam.

Format pemakaian tiga back di belakang menjadi opsi jika lawan yang dihadapi lebih kuat.

Di sinilah trio Fachrudin-Dewangga-Rizky Ridho menjadi pilihan dengan kedua wing back yang rajin pada diri sang kapten Asnawi.

Teka-teki untuk mildfielder bisa jadi duo Ricky-Irianto berada di depan Dewangga menjadi tembok awal saat lawan menguasai bola. 

Sementara Ramai Rumakiek dan Witan tetap menjadi gelandang penjelajah dengan memanfaatkan lebar lapangan.

Peran Egy bisa diturunkan lebih awal namun diharapkan ikut membantu penyerangan tatkala menghadapi lini pertahanan Thailand. 

Ezra nampak duduk di bangku cadangan, perannya akan diberikan kepada Irfan Jaya yang lebih lincah dan cekatan dalam memanfaatkan umpan tarik dari Witan atau crossing dari Egy Maulana. 

Sisi kiri pertahanan Thailand menjadi area yang lebih banyak ditekan, dengan overlapping Asnawi yang sering melakukan one-two touch saat mendekati kotak penalti lawan. 

Harapan bisa terwujud, jika para pemain tidak ceroboh saat kehilangan bola dan tidak melakukan pelanggaran yang perlu di daerah pertahanan kita. 

Thailand mengandalkan Dangda sebagai target man, pemain ini lincah dan memiliki akurasi tendangan jarak jauh yang akurat, serta pengalaman namun mulai menurun stamina tatkala memasuki babak kedua. 

Chanatip seperti biasa masuk dari lini tengah dan memanfaatkan bola muntah saat terjadi scrimage didalam kotak penalti. 

Baca juga: Jadwal Final Leg I Piala AFF 2020: Indonesia Vs Thailand Main Hari Ini

Perannya selain mengantisipasi bola liar pemain ini juga rajin menjelajah untuk mengalirkan bola dari lini pertahanan ke penyerang dengan umpan panjang. 

Saat terjadi tendangan bebas, pagar hidup agar disusun lebih jeli sesuai ketinggian postur. 

Gol kedua Singapura, jika posisi Balggott di kanan mungkin bisa menjadi cerita lain. 

Partai final sudah di depan mata, perjalanan timnas Indonesia dan mental para pemain sudah teruji untuk meraih hasil maksimal yang diharapkan.