Camat Kundur Pusing Anggaran untuk Pengelolaan Sampah Minim

Camat Kundur Pusing Anggaran untuk Pengelolaan Sampah Minim

ilustrasi.

Karimun, Batamnews - Kecamatan Kundur tengah dipusingkan dengan masalah sampah. Tak hanya minim armada truk pengangkut sampah, anggaran operasionalnya pun tak ideal.

Hanya satu armada truk sampah yang kondisinya cukup memprihatinkan. Truk itu pun kerap mengalami kerusakan.

Hal ini sering mengakibatkan sampah-sampah tidak dapat diangkut dan terjadinya penumpukan. "Hanya ada satu truk sampah dan sering rusak-rusak," kata Camat Kundur, Syaifullah.

Operasional untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) kendaraan pengangkut sampah juga minim. Pasalnya anggaran yang diberikan tidak mencukupi dalam operasional. Sementara jadwal pengangkutan sangat intens hingga empat kali sehari. 

"Masalah persoalan operasional untuk minyak juga jadi kendala. Anggarannya kecil dan tidak mencukupi kalau harus empat kali sehari," ucap Syaifullah.

Sementara untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) diketahui juga belum ada di Pulau Kundur yang memiliki tiga Kecamatan, yakni Kecamatan Kundur, Kecamatan Kundur Utara dan Kecamatan Kundur Barat.

Sampah limbah masyarakat sampai saat ini dilakukan pada tanah warga dengan sistim sewa.

“Kami Kecamatan Kundur sewa tanah warga di Kelurahan Gading Sari untuk buang sampah. Karena di Pulau Kundur memang belum ada TPA sampah," ujarnya.

Menurut Syaifullah, memang sempat ada rencana dari dinas terkait untuk membebaskan lahan sebagai TPA terpadu se Pulau Kundur.

Dimana, untuk titik lokasinya ada di sektiar kilometer 14 Kecamatan Kundur Barat. Akan tetapi sampai saat ini tak kunjung terealisasi. “Alasannya karena masalah anggaran, dan sosialisasi ke masyarakat juga kurang,” kata Syaifullah.

 

Syaifullah berharap agar persoalan anggaran dapat segera normal, sehingga masalah sampah se Pulau Kundur dapat tertangani dengan baik.

Untuk pengadaan truk hinggga petugas kebersihan yang ada di kecamatan berstatus pegawai (honor) dari Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup.

“Idealnya ya tambah satu armada lagi untuk Kecamatan Kundur, jadi total ada dua truk sampah biar pengangkutannya pun normal. Termasuk juga masalah anggaran untuk operasionalnya juga ditambah,” ujarnya.

(aha)