Catatan Hari Sumpah Pemuda

Sektor Maritim Perlu Perhatian dan Peran Pemuda Jaga Kedaulatan Bangsa

Sektor Maritim Perlu Perhatian dan Peran Pemuda Jaga Kedaulatan Bangsa

Harken

Oleh: Harken

SETIAP tanggal 28 Oktober diperingati sebagai hari sumpah pemuda, ini adalah momen yang sangat penting bagi sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia.

Sumpah pemuda sendiri merupakan suatu ikrar dari para pemuda dan pemudi Indonesia yang mengaku bertumpah darah satu tanah air Indonesia, berbangsa satu bangsa Indonesia serta menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia.

Pemuda memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan nasional, apalagi saat ini Indonesia tengah mengalami bonus demografi dimana jumlah penduduk usia produktif (15- 64) tahun lebih besar dari pada jumlah penduduk non produktif, ini berdasarkan data statistik yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2020.

Namun sangat disayangkan menurut data Kemenpora hanya 1 persen dari 67 juta pemuda Indonesia yang mengeluti sektor kemaritiman, padahal di sektor ini banyak sekali potensi  yang dapat digali secara maksimal baik dari sisi ekonomi, sosial budaya, pertahanan, migas dan pariwisata.

“Generasi muda harus menjadi pilar utama dalam menjaga kedaulatan bangsa khususnya di sektor kemaritiman, peran itu dapat dilakukan dengan melakukan aktifitas  yang dapat menjaga kelestarian ekosistem laut ”

Indonesia disebut sebagai negara maritim dikarena secara geografis memiliki luas lautan dua pertiga lebih besar dari daratan, luas daratan Indonesia 1.922.570 km2 sementara luas lautan Indonesia 3.257.483 km2. Indonesia juga memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia dengan total panjang 81.000 km.

Letak Indonesia berada di titik silang, yaitu antara Benua Asia dan Benua Australia, serta antara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, ini yang menyebabkan Indonesia disebut memiliki posisi yang strategi baik dari aspek ekonomi dan pertahanan. Fakta geografis ini otomatis menjadikan Indonesia sebagai lalu lintas laut dan udara internasional.

Dengan kondisi tersebut sebagai negara kepulauan yang memiliki potensi kekayan alam yang berlimpah sebagai karunia dari Tuhan Yang Maha Esa, laut sangatlah penting  bagi bangsa Indonesia sebagai ruang hidup (lebenstarum) dan sebagai ruang juang serta media pemersatu yang menghubungkan pulau-pulau yang tersebesar dalam bingkai satu kesatuan ideologi, politik, sosial budaya, pertahanan, dan keamanan serta tergabung dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Melihat begitu strategisnya posisi Indonesia serta banyaknya potensi yang dapat dikelola untuk peningkatan kesejahteraan diberbagai sektor yang berhubungan dengan sendi kehidupan sudah seyogyanya pemuda mengambil peran penting dalam kebijakan pembangunan disektor kemaritiman”

Diperlukan tekad dan semangat serta visi dan misi yang kuat dari para pemuda supaya dapat berperan aktif dan menjadi garda terdepan dalam pembangunan di sektor kemaritiman, hal ini bisa dilakukan dengan memposisikan pemuda sebagai subjek dalam pembangunan dan pengembangan potensi kemaritiman.

Harus juga menjadi perhatian dan kebijakan strategis dalam perencanaan pembangunan sektor kemaritiman, akan sangat tidak ada artinya apabila masyarakat pesisir masih jauh dari kata sejahtera akibat dampak dari kebijakan yang diambil, perlu pola yang baik dan terukur dalam pemerataan peningkatan taraf kehidupan masyarakat pesisir, karena daerah kepulauan yang luas serta terpisah antara satu pulau dengan pulau yang lain.
 
Untuk itu perlu adanya pendampingan dan pelopor pemuda “Cintailah Laut”, ini berguna sebagai pengawasan dan implementasi dari kebijakan peraturan perundang-¬undangan bidang kemaritiman, melakukan pendidikan dan pelatihan, melakukan upaya pelestarian budaya kemaritiman terkait kearifan lokal  serta meningkatkan kemampuan literasi dibidang kemaritiman bagi masyarakat pesisir.

“Program tersebut haruslah didukung dengan komunikasi yang baik dengan semua stakeholder dan perlu peningkatan kemampuan serta keterampilan literasi pemuda dalam bidang kemaritiman untuk membantu pemuda supaya dapat berkompetisi di era modern dengan  ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang pesat setiap harinya”

 
Penulis merupakan Ketua Bidang Kemaritiman, Pimpinan Nasional Angkatan Muda Ka’bah