Kebakaran Ruli Baloi Mas: Dinsos Batam Berlakukan Tanggap Darurat 7 Hari

Kebakaran Ruli Baloi Mas: Dinsos Batam Berlakukan Tanggap Darurat 7 Hari

Dapur umum didirikan di dekat lokasi kebakaran ruli Baloi Mas untuk memenuhi kebutuhan warga yang menjadi korban. (Foto: Reza/batamnews)

Batam, Batamnews - Kebakaran menghanguskan sejumlah rumah di ruli Baloi Mas, RT 04/RW 09, Lubuk Baja, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Rabu (8/9/2021) malam.

Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun 60 kepala keluarga yang tinggal di permukiman tersebut harus kehilangan rumah.

Tanggap darurat selama tujuh hari diberlakukan. Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) Kota Batam sudah mendirikan infrastruktur darurat untuk penanganan warga yang menjadi korban.

Sekretaris Dinsos-PM Batam, Leo Putra mengatakan tenda darurat sudah didirikan untuk menampung korban, termasuk penyediaan dapur umum untuk pemenuhan kebutuhan logistik.

“Tenda untuk penampungan sudah kami dirikan dua unit, mobil dapur umum sudah siaga di lokasi,” ujar Leo saat dikonfirmasi, Kamis (9/9/2021).

Baca: Ledakan Tabung Gas Diduga Picu Kebakaran Ruli Baloi Mas

Suplai logistik diberikan kepada warga berupa makanan sebanyak 3 kali sehari, dalam jangka waktu sepekan ke depan.

Namun hal itu tergantung kondisi tempat pengungsian, karena sebagian korban ada yang mengungsi ke rumah saudara.

“Idealnya memang disediakan makanan dalam seminggu, selagi dibutuhkan,” katanya.

Ia membeberkan, korban musibah kebakaran ruli Baloi Mas sementara ini berjumlah 60 Kepala Keluarga (KK), dengan 25 unit rumah dan kurang lebih 140 orang.

Baca: Cerita Warga saat Api Hanguskan Puluhan Ruli Baloi Mas: Gelap Penuh Asap

Selain prosedur tanggap darurat, Leo menambahkan pihak Pemerintah Kota Batam juga menyiagakan ambulans di lokasi kejadian.

“Mobil ambulans tersebut dari pihak Puskesmas untuk pelayanan kesehatan,” katanya.

Selain itu, petugas dari kecamatan setempat juga dilibatkan untuk mendata korban yang kehilangan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK). Untuk proses administrasi akibat bencana kebakaran.

“Pihak TNI/Polri juga turut ikut, ada juga partisipan yang ikut serta membantu para korban,” ucapnya.

(ret)