Ayah Angkat Greysia Polii di Batam: Dia Memang Layak Diidolakan!
Eddy Susanto mengaku ikut bangga dengan prestasi Greysia merebut emas olimpiade bagi Indonesia. (Dok. Pribadi)
Batam, Batamnews - Kemenangan pasangan ganda putri bulutangkis Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Greysia Polii/Apriyani Rahayu jadi kebanggaan tersendiri bagi Eddy Susanto. Pria yang menetap di Batam selama 6 tahun belakangan ini merupakan ayah angkat Greysia Polii.
Kepada Batamnews, Eddy menceritakan hubungan keluarga antara dirinya dengan Greysia Polii berawal saat Eddy bertemu dengan Greysia di pertandingan bulu tangkis. Karena Ia sendiri juga memiliki anak kandung yang juga merupakan atlet bulutangkis.
Baca juga: Raih Emas Olimpiade, Greysia/Apriyani Bakal Terima Rp 5 Miliar hingga Apartemen
“Karena anak kandung saya juga atlet, saya bertemu Gres di pertandingan waktu itu, anak kandung saya dan Greysia juga merupakan sahabat,” ujar Eddy, Rabu (4/8/2021).
Ia menyampaikan sudah menganggap Greysia seperti anak sendiri, begitu juga dengan Greysia. Ia pun biasa dipanggil Papa oleh Greysia.
Eddy mulai menceritakan perjalanan hidup Greysia untuk meraih mimpinya sebagai atlet. Waktu itu, Greysia berusia 5 tahun dibawa ke Jakarta dari Manado oleh ibu kandungnya, Evie Pakasi.
“Setiba di Jakarta sudah ikut latihan badminton,” katanya.
Kemudian saat usia sekitar 9 atau 10 tahun, Greysia masuk klub Jaya Raya. Dan sejak saat itu sudah masuk asrama. Lalu pada usia 15-16 tahun, Greysia masuk ke Pelatnas hingga saat ini.
“Sejak saat itu, Dia sudah mulai mendapat juara nasional dan juara-juara lainnya, perjuangannya luar biasa,” kenangnya.
Eddy mengingat Greysia merupakan sosok yang punya mimpi, maka akan diwujudkan. Tak mudah untuk mewujudkan mimpinya, Greysia juga jatuh bangun melewatinya.
Pada olimpiade 2012, Eddy mengenang saat itu Greysia bersama Meiliana Jauhari didiskualifikasi di Olimpiade London 2012 bersama dengan pasangan China dan Korea karena diduga melakukan pengaturan permainan.
“Itu bikin dia (Greysia) down, tetapi untungnya dia punya komunitas baik, teman-teman dan keluarganya selalu mendukungnya untuk bangkit lagi,” kata dia.
Baca juga: Greysia/Apriyani Peraih Emas Pertama Sepanjang Sejarah Ganda Putri RI di Olimpiade
Lalu pada tahun 2014, Greysia mulai bangkit lagi dan mendapat medali emas pada Asian Games.
Tetapi pada Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, bersama pasangan Nitya Krishinda Maheswari harus tersingkir di perempat final. Diketahui Nitya saat itu mengalami cedera lutut sehingga penampilannya tidak maksimal.
“Waktu itu Greysia berusia 29 tahun, sempat ingin mundur, tapi dia punya pelatih luar biasa yang bernama Eng Hian dan mencari pasangannya yaitu Apriyani,” jelasnya.
Dan akhirnya bersama Apriyani, Eddy menyebut kemenangan dari kejuaran demi kejuaran diperoleh oleh pasangan ganda putri tersebut. Lalu pada puncaknya mendapat medali emas di Olimpiade Tokyo 2020.
Baca juga: Greysia Polii Jadi Pebulutangkis Ganda Putri Tertua Peraih Medali Emas Olimpiade
Menurut Eddy, keberhasilan Greysia saat ini karena pribadinya yang sangat disiplin. Selain itu sangat fokus pada mimpinya, serta takut akan Tuhan.
“Saya ingat, dia punya prinsip, dengan moto Comeback stronger, saya sebagai orang tua juga diberkati dengan kata-kata itu,” katanya.
Saat memenangkan medali emas olimpiade waktu lalu, Ia sempat menghubungi Greysia untung menyampaikan selamat. Namun belum diangkat, tetapi pada malam harinya mereka berkomunikasi melalui video call.
“Saya ucapnya selamat, kami sangat senang,” ucapnya.
Setelah pindah ke Batam, Eddy mengaku Greysia juga sempat mengunjunginya setahun sekali. Ketika Ia ke Jakarta, Ia juga selalu menemui Greysia. Namun karena pandemi Covid-19, intensitas pertemuan berkurang.
Terakhir mereka bertemu saat pernikahan Greysia dengan Felix pada Desember 2020 lalu. Semenjak itu, mereka belum bertemu.

Eddy Susanto mengaku ikut bangga dengan prestasi Greysia merebut emas olimpiade bagi Indonesia. (Dok. Pribadi)
“Greysia juga harus mempersiapkan diri untuk olimpiade, jadi tidak bisa bertemu ditambah lagi pandemi Covid-19,” ucapnya.
Dari komunikasi mereka terakhir, Eddy mengatakan Greysia akan pensiun dan mulai fokus pada keluarga kecilnya. Namun sebelum itu, ada beberapa pertandingan pada tahun ini yang akan diikuti Greysia.
“Bisa jadi tahun ini tahun terakhirnya, setelah itu fokus keluarga,” katanya.
Ia menambahkan Greysia merupakan sosok yang sangat inspiratif dan pintar.
Saat di Pelatnas, Greysia mengenyam pendidikan tinggi hingga meraih gelar Diploma III. Selain itu, saat ini sudah memiliki perusahaan di Tomohon, Sulawesi Utara.
“Dia memang layak untuk diidolakan, doa saya kepada Greysia, dia bisa jadi inspirasi kepada anak muda di Indonesia,” ujarnya.
Komentar Via Facebook :