PPKM Mikro Bintan, Warga dan Pelaku Usaha Dapat Teguran

PPKM Mikro Bintan, Warga dan Pelaku Usaha Dapat Teguran

Petugas memeriksa dokumen warga di Pelabuhan Bulang Linggi Tanjunguban, Bintan. (Foto: Ary/batamnews)

Bintan, Batamnews - Sejumlah pelanggaran masih ditemukan selama berlangsungnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.

Mulai dari warga yang masih enggan menggunakan masker, penumpang kapal yang tak memenuhi persyaratan dan juga pelaku usaha yang masih melanggar ketentuan diberi teguran. 

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bintan, Raja Muhammad, mengatakan ketika PPKM Berbasis Mikro ini diberlakukan pihaknya bersama TNI, Polri dan Satgas Covid-19 Bintan melakukan sosialisasi terlebih dahulu sebelum memberikan sanksi. Namun masih juga didapati pelanggaran di lapangan.

"PPKM Berbasis Mikro ini sudah disosialisasikan sebelumnya. Bahkan sampai diberlakukan Pengetatan PPKM ini pun pihaknya bersama tim gabungan masih melakukan sosialisasi selama tiga hari dan hari keempat baru kita berikan sanksi," ujar Raja Muhammad, Rabu (14/7/2021).

Baca: PPKM Darurat Bikin Susah Warga, Hanafi Ekra Minta Pemprov Evaluasi

Dalam pelaksanaan Pengetatan PPKM Berbasis Mikro ini, sebanyak 100 lebih personil Satpol PP Bintan dikerahkan. Mereka bertugas selama 24 jam bersama TNI dan Polri untuk menjaga beberapa titik rawan keramaian yang berada di Wilayah Utara, Tengah, dan Timur Kabupaten Bintan.

Selama pengetatan PPKM Berbasis Mikro pihaknya telah melayangkan surat teguran kepada pelaku usaha yang berada di tiga wilayah tersebut. Surat-surat itu ditempelkan di dinding tempat usaha mereka.

"Ada 9 surat teguran yang kita berikan kepada pelaku usaha pelanggar ketentuan PPKM. 7 diantaranya di Kecamatan Gunung Kijang dan Toapaya, 1 di Kecamatan Bintan Utara dan 1 di Kecamatan Bintan Timur," jelasnya.

Selain memberikan sanksi kepada pelaku usaha, kata Raja Muhammad, juga ditemukan adanya warga yang masih enggan menggunakan masker. Warga tersebut telah diingatkan dan didata.

Kemudian juga didapati 2 orang yang menumpangi Kapal Roro dari Pelabuhan Punggur Kota Batam menuju Pelabuhan ASDP Tanjunguban tidak bisa menunjukkan bukti sudah divaksin dan sudah dites dengan rapid tes antigen.

"Jadi kita dapati juga 3 orang tak gunakan masker. Lalu kita juga suruh 2 penumpang kapal roro pulang ke asalnya yaitu Kota Batam ketika mereka sampai ke Tanjunguban. Karena mereka tak menunjukan bukti antigen/surat vaksin," jelasnya.

Baca: Warga Terdampak PPKM Darurat di Tanjungpinang Dapat Bantuan Nasi Bungkus

PPKM Berbasis Mikro ini akan dilaksanakan di Kabupaten Bintan sampai dengan 20 Juli 2021 sesuai dengan Surat Edaran (SE) Bupati Bintan Nomor: T/827/443/SATGAS/VII/2021 tentang Perubahan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Keramaian Dalam Rangka Pengendalian Penyebaran Covid-19 Kabupaten Bintan.


Komentar Via Facebook :

Berita Terkait

close

Aplikasi Android Batamnews