Thailand Kombinasikan Sinovac-AstraZenecca untuk Lawan Varian Delta

Thailand Kombinasikan Sinovac-AstraZenecca untuk Lawan Varian Delta

Ilustrasi.

Bangkok, Batamnews - Merebaknya varian Delta, strain virus Corona yang awalnya berkembang di India membuat sejumlah negara waspada.

Seperti Thailand, negara itu bersiap membuat 'ramuan' untuk melawan persebaran varian Delta ini. Otoritas di Negeri Gajah Putih akan mencampur vaksin Sinovac buatan China dengan AstraZeneca untuk meningkatkan perlindungan terhadap virus tersebut.

Wakil Perdana Menteri dan Menteri Kesehatan Masyarakat Anutin Charnvirakul mengatakan vaksin AstraZeneca akan digunakan sebagai dosis kedua bagi mereka yang menerima suntikan Sinovac pertama.

Dia mengatakan tembakan kedua akan diberikan dengan interval antara tiga sampai empat minggu setelah suntikan pertama mereka.

“Kombinasi kedua vaksin akan memberikan pertahanan yang lebih baik terhadap varian Delta (yang pertama kali terdeteksi di India) dari virus tersebut,” katanya seperti dikutip oleh Bangkok Post.

Baca: 3 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca Kembali Masuk RI

Selain itu, Anutin mengatakan Komite Nasional Penyakit Menular juga menyetujui bahwa petugas kesehatan yang telah divaksinasi lengkap dengan Sinovac juga akan menerima suntikan booster ketiga, baik vaksin AstraZeneca atau vaksin mRNA seperti Pfizer-BioNTech.

Keputusan itu muncul setelah ratusan tenaga medis yang menyelesaikan dua dosis vaksin terinfeksi Covid-19.

Mayoritas pekerja medis dan garis depan di kerajaan itu diberi suntikan Sinovac sejak 28 Februari 2021 lalu.

Baca: Studi Singapura: Vaksinasi Corona Lengkap Efektif Cegah Infeksi Varian Delta

(gea)