Sapa Pasien Isolasi Mandiri, Bupati Rafiq: Bikin Happy, Biar Cepat Sembuh

Sapa Pasien Isolasi Mandiri, Bupati Rafiq: Bikin Happy, Biar Cepat Sembuh

Bupati Karimun Aunur Rafiq menyapa pasien isolasi mandiri di karantina terpadu. (Foto: Edo/batamnews)

Karimun, Batamnews - Sebanyak 68 pasien Covid-19 di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau masih menjalani isolasi mandiri.

Mereka diisolasi di karantina terpadu, di SMP Negeri 2 Tebing dan SMA Negeri 4 Binaan Karimun, Kecamatan Tebing. 

Keberadaan pasien isolasi mandiri ini tak luput dari perhatian Bupati Karimun, Aunur Rafiq. 

Secara khusus, ia menyempatkan diri datang ke lokasi karantina untuk memberikan semangat kepada para pasien isolasi mandiri ini pada Selasa (13/7/2021) kemarin.

Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, Rafiq menyapa dan memberikan motivasi serta semangat kepada pasien isolasi mandiri agar depat untuk sembuh dari Covid-19.

Pasien tanpa gejala yang sedang menjalani karantina terpadu tersebut, juga mendapat pelayanan yang baik oleh petugas yang ada selama 24 jam.

Baca: Amsakar Bicara Soal Bantuan Sembako untuk Pasien Isoman di Batam

Aunur Rafiq, menyampaikan bahwa warga yang menjalani karantina harus memiliki keyakinan untuk sembuh serta memiliki pikiran yang positif. 

"Kesembuhan diri dengan berfikir positif dan dibuat happy selama di sini, jangan berpikir sebaliknya. Dan apapun yang dibutuhkan jangan sungkan karena ada petugas karantina yang selalu siap membantu," kata Rafiq.

Selain itu, warga yang tengah menjalani karantina juga diminta untuk dapat mengikuti aturan serta anjuran dari petugas karantina

Baca: Vaksinasi Corona di Kejari Batam Diserbu Warga, Pendaftar 6 Ribu Orang.

Lalu, jika ada kesempatan pada pagi maupun sore untuk dapat berolahraga, untuk dapat membuat tubuh bugar.

"Ikuti anjuran dari petugas yang menangani dan sempatkan lah waktu buat berolahraga untuk meningkatkan imunitas tubuh kita selama menjalani karantina," ucapnya.

Saat berbincang dengan warga Karantina, ada yang bertanya mengenai mereka ditempatkan di karantina terpusat.

"Pasien menanyakan kenapa mereka dikarantina secara terpusat, saya jelaskan bahwa hal tersebut dinilai lebih efektif karena apabila dilakukan mandiri di rumah, takutnya hanya akan membuat orang di sekitar juga ikut terpapar," kata Rafiq.

"Terlebih, lokasi karantina terpusat ini juga telah memenuhi standar kesehatan untuk penanganan pasien Covid-19 tanpa gejala di Karimun," imbuhnya.

Rafiw turut mengapresiasi para petugas di lokasi karantina terpusat atas pelayanannya kepada para pasien tersebut.

Menurutnya, para petugas sangat sigap dalam melayani pasien serta telah menjalankan SOP dengan baik.

(aha)