Relawan di Tanjungpinang Dirikan Dapur Umum Fasilitasi Warga Isolasi Mandiri

Relawan di Tanjungpinang Dirikan Dapur Umum Fasilitasi Warga Isolasi Mandiri

Ketua Aksi Sosial Peduli Covid-19 Tanjungpinang, Isnaini Bayu Wibowo. (Foto: Yude/Batamnews)

Tanjungpinang, Batamnews - Sejumlah stakeholder, pengusaha dan organisasi di Tanjungpinang mendirikan dapur umum untuk membantu warga yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman).

Tim dalam kegiatan sosial ini akan mengantarkannya langsung kepada warga yang sedang menjalani isoman. Dapur umum itu letaknya tepat di sebelah warung kopi w&w, Jl Ahmad Yani, Kota Tanjungpinang.

Ketua aksi sosial Peduli Covid-19 Tanjungpinang, Isnaini Bayu Wibowo menjelaskan, ide aksi sosial itu awalnya dinisiasi oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tanjungpinang bersama sejumlah elemen masyarakat, seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), Banser, Karang Taruma Provinsi, Komunitas Kedai Kopi hingga pengusaha.

"Aksi ini kita tujuannya untuk memberikan suplai makanan kepada pasien yang sedang menjalani isolasi mandiri secara gratis,” kata Bowo, Senin (12/7/2021).

Teknisnya kata Bowo, pihak terlibat akan memasak dan mengantar makanan langsung ke rumah orang yang menjalani isolasi mandiri.

"Kita mulai Selasa besok (13/7/2021), dan akan discreening berapa orang dalam satu rumah kita akan antarkan dua kali dalam satu hari," ujarnya

Aksi sosial itu direncanakan akan berlangsung hingga 20 Juli 2021 mendatang kemudian akan dievaluasi apakah bermanfaat atau tidak.

Bagi masyarakat yang ingin donasi bisa menghubungi petugas pada nomor 082288645040. "Untuk sementara khusus untuk yang isolasi mandiri," sebutnya.

Saat ini kata Bowo pihaknya sudah menerima data sebanyak 170 pasien, makanan akan diantar pada pukul 11.00 WIB dan 17.00 WIB. Tidak hanya itu pihaknya juga mengusahakan untuk bekerjasama dengan pihak lain untuk mendapatkan vitamin.

Sementara itu Kajari Kota Tanjungpinang, Joko Yuhono menjelaskan ide itu muncul atas dasar kebersamaan yang muncul dari sejumlah elemen masyarakat termasuk pengusaha, Bamser,  Persatuan Pemuda Tempatan (Perpat).

"Kita mencoba membantu masyarakat yang terpapar. Ide dasarnya adalah kita ingin bangun kebersamaan dalam menghadapi bencana Covid-19 di Tanjungpinang.

"Karena pasien isolasi mandiri itu tidak semuanya yang punya uang untuk makan dan akan berbahaya jika keluar rumah mencari makan,” ucapnya.

Dia juga memastikan bahwa, jika disatu keluarga itu ada lima orang atau tujuh orang, semuanya mendapatkan makanan dan diantar oleh relawan,,” ungkapnya.

(ude)
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait